Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ada Peluang Untuk Mempercepat Pencapaian Target Penurunan Prevalens Stunting Pada Anak Indonesia

Sebuah penelitian uji coba intervensi gizi spesifik di Desa Bayumundu, Kabupaten Pandeglang Banten memberikan harapan baru

Ada Peluang Untuk Mempercepat Pencapaian Target Penurunan Prevalens Stunting Pada Anak Indonesia
ist
Ada Peluang Untuk Mempercepat Pencapaian Target Penurunan Prevalens Stunting Pada Anak Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah penelitian uji coba intervensi gizi spesifik di Desa Bayumundu, Kabupaten Pandeglang Banten memberikan harapan baru dalam mengatasi prevalensi stunting pada anak usia di bawah dua tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dokter spesialis nutrisi anak dari RSCM yang dipimpin DR.Dr. Damayanti R. Sjarif, SpA.(K) ini berhasil menurunkan angka prevalensi stunting melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur di posyandu dan konseling nutrisi terutama dalam hal konsumsi protein hewani yang tersedia setempat setiap hari seperti, telur, ikan, ayam dan susu.

"Jika metode ini bisa diterapkan di daerah lain, maka ada peluang untuk mempercepat pencapaian target penurunan prevalens stunting pada anak Indonesia. Langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah stunting memang pencegahan, karena dampaknya yang permanen terhadap kognitif dan fisik anak," ungkap Damayanti, Jumat (17/5/2019).

Damayanti R. Sjarif yang juga berprofesi sebagai Dokter Anak Sub Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik Pada Anak di RSCM itu menjelaskan, Windows of opportunity, pencegahan penurunan kognitif adalah 2 tahun pertama kehidupan.

Pada masa ini, harus dipastikan nutrisi anak terpenuhi dengan baik dan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.

"Jika terdeteksi penurunan berat badan (weight faltering) harus segera ditangani secara medis untuk mencari penyebabnya dan solusinya, oleh sebab itu deteksi dini, diikuti dengan intervensi nutrisi sangat diperlukan," jelasnya.

Tim dokter spesialis anak dari RSCM merupakan peneliti yang ditunjuk oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk melakukan intervensi gizi spesifik pada 174 balita di Desa Bayumundu, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Daerah ini memiliki angka stunting sebesar 37,9% (berdasar data dan pantauan Posyandu). Pada hasil pemeriksaan pertama, terdapat 54 balita stunting (41,5%), dan 13 diantaranya baduta (26,5%).

"Dengan pemantauan rutin selama 6 bulan sejak Agustus 2018 termasuk konseling pemberian sumber protein hewani dari telur, ikan, ayam dan susu, dapat menurunkan 8,4% prevalensi stunting pada balita, dan 6,1% pada baduta," papar Damayanti.

Selain itu, ditemukan 6 baduta stunting disertat gizi kurang dan 11 baduta dengan kondisi weight faltering yang perlu dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan PKMK (Pangan untuk Kondisi Medis Khusus). Hasilnya, laju pertumbuhan baduta stunting dan weight faltering berhasil dipercepat dan menyelamatkan mereka dari kondisi stunting.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas