Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jemaah Haji Indonesia yang Berusia Sekitar 60 Tahun Minimal Idap Satu Penyakit

Peserta haji asal Indonesia mayoritas sudah memasuki usia lanjut atau berusia enam puluh tahun ke atas.

Jemaah Haji Indonesia yang Berusia Sekitar 60 Tahun Minimal Idap Satu Penyakit
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peserta haji asal Indonesia mayoritas sudah memasuki usia lanjut atau berusia enam puluh tahun ke atas.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebutkan di usia tersebut, 60 persen peserta haji memiliki minimal satu jenis penyakit.

Penyakitnya ini kebanyakan jenis-jenis penyakit tidak menular tapi cukup berbahaya seperti misalnya hipertensi atau darah tinggi, diabetes atau pun jantung.

Baca: Menteri Kesehatan Nila Moeleok Imbau Petugas Kesahatan Sigap Layani Jemaah Haji

“Di usia di atas 60 tahun minimal dia bawa satu penyakit kadang lebih dari satu penyakit, sekitar 60 persen ada yang hipertensi atau jantung makanya sangat hati-hati,” ungkap Nila Moeleok saat ditemui di kantor Kementerian Kesahatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Mengingat jenis-jenis penyakit tersebut cukup berisiko, maka Nila Moeloek mengingatkan agar masyarakat yang berniat akan berangkat haji jauh-jauh hari sudah memeriksakan kesehatan, sehingga saat berangkat dalam kondisi prima.

Baca: Dapur Untuk Jemaah Haji Indonesia Di Madinah Dalam Kondisi Siap Melayani

“Kesehatan adalah istitoha, ini merupakan syarat, dan bagi yang tidak layak tidak bisa diterbangkan untuk ibadah haji. Jangan sampai demikian sehingga jauh hari harus jaga kesehatan kita,” ujar Nila.

Pemeriksaan kesehatan ini juga perlu untuk menghindari jemaah yang tidak bisa kembali ke tanah air karena harus dirawat di rumah sakit sehingga tidak bisa melalukan penerbangan.

Untuk mencegah jemaah haji Indonesia menderita penyakit mengingat saat menjalankan ibadah haji cuaca di Mekkah sedang sangat terik maka Menkes Nila Moeloek mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan makanan dan tidak lupa minum air putih agar tidak dehidrasi.

“Memang betul cuacanya luar biasa panas di sana, jangan lupa sendalnya, air spraynya, dan kami minta kepada kerajaan Saudi Adabia agar air zam-zamnya saat wukuf itu dingin minta juga toilet mereka diperhatikan dan ditambah,” pungkas Nila Moeloek.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas