Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Kesehatan

Perokok Berat Donorkan Paru-parunya sebelum Meninggal, tapi Ditolak karena Organnya Sudah Menghitam

Perokok Berat Donorkan Paru-parunya sebelum Meninggal, tapi Ditolak karena Organnya Sudah Menghitam

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Perokok Berat Donorkan Paru-parunya sebelum Meninggal, tapi Ditolak karena Organnya Sudah Menghitam
LiveScience.com
Ilustrasi paru-paru. 

Dr Chen mengunggah video itu ke media sosial dengan tagar 'jieyan' - huruf Mandarin untuk kata 'berhenti merokok'.

Ia menulis: "Banyak perokok di negara ini memiliki paru-paru seperti ini."

"Tim kami memutuskan untuk menolak paru-paru ini untuk transplantasi."

"Jika Anda seorang perokok berat, paru-paru Anda mungkin tidak akan diterima bahkan jika Anda memilih untuk menyumbangkannya setelah meninggal dunia."

"Lihatlah paru-paru ini - apakah Anda masih berani merokok?"

Menurut sebuah studi tahun 2018 yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, 350 juta orang dewasa (27 persen) adalah perokok.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan belum menyepakati usulan revisi Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi kesehatan
ILUSTRASI (IMPERIAL COLLEGE)

Di Inggris, satu dari tujuh orang dewasa sekarang merokok tembakau atau sekitar 5,9 juta orang.

Berita Rekomendasi

Jumlah tersebut turun dari 7,7 juta pada tahun 2011, ketika jumlah perokok mendekati satu banding lima.

Merokok adalah penyebab terbesar kanker yang sebenarnya dapat dihindari.

Diketahui rokok menghasilkan bahan kimia yang menyebabkan setidaknya 15 jenis penyakit yang berbeda.

Bukti menunjukkan rokok menjadi sebab dari 70 persen kasus kanker paru-paru.

Kanker paru-paru memiliki jumlah kematian tertinggi dari jenis kanker lainnya.

Orang-orang tertarik untuk merokok karena nikotin dapat membuat mereka merasa enak, tetapi mudah menjadi kecanduan dan sangat sulit untuk berhenti begitu merokok menjadi kebiasaan.

Merokok membunuh 1,2 juta orang setiap tahun.

Orang yang melakukannya dua kali lebih sering berpotensi terkena serangan jantung 30 kali lebih mungkin besar daripada terkena kanker paru-paru.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas