Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Terus Bertambah, Korban Tewas Akibat Virus Corona Kini Mencapai 813 Orang

Jumlah korban meninggal akibat terpapar virus corona telah melampaui korban wabah saluran pernafasan akut atau SARS.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Terus Bertambah, Korban Tewas Akibat Virus Corona Kini Mencapai 813 Orang
STRAITS TIMES
Warga Singapura beraktivitas di luar rumah dengan mengenakan masker karena kekhawatiran meluasnya penyebaran virus corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Jumlah korban meninggal akibat terpapar virus corona telah melampaui korban wabah saluran pernafasan akut atau SARS.

Tercatat pada Senin pagi yang dilaporkan CGTN (10/2/2020), 813 orang meninggal dunia sementara 37.289 orang positif virus bernama 2019-nCoV.

Kebanyakan kasus kematian terjadi di daratan Tiongkok.

Secara total ada 8.098 kasus SARS di seluruh dunia dari November 2002 hingga Juli 2003 dan korban meninggal sebanyak 774.

Virus merebak pertama kali pada Desember tahun lalu itu, ditemukan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah.

Kota Wuhan diisolasi oleh otoritas China selama berminggu-minggu untuk mencegah penyebarannya sampai hari ini.

Baca: Jelita Sejuba, Hamparan Batu Granit yang Instagramable di Natuna

Rekomendasi Untuk Anda

Virus corona telah dikonfirmasi terjadi di lebih dari 20 negara di luar China, seperti Amerika Serikat, Australia, Filipina, Finlandia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kambodja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Nepal.

Baca: Terjatuh Saat Hendak Turun dari Gunung Marapi, Seorang Pendaki Dievakuasi dalam Keadaan Lemah

Kemudian, Prancis, Russia, Singapura, Spayol, Sri Lanka, Swedia, Taiwan, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab, Belgia.

Penyebarannya yang aktif membuat Organisasi kesehatan dunia atau WHO menetapkan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global, pada akhir Januari lalu.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari BBC Indonesia mengatakan, terdapat kekhawatiran virus akan menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

"Alasan utama pernyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China tetapi terjadi di luar negara China," kata Tedros.

Sumber : CGTN dan BBC Indonesia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas