Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anak Karen Pooroe Meninggal

Benarkah Ada Istilah Medis Patah Sendi Seperti Hasil Autopsi Anak Karen Pooroe? Ini Penjelasannya

hasil autopsi menunjukkan bahwa tubuh Zefania ternyata mengalami patah sendi.Lantas benarkah ada istilah media patah sendi?

Benarkah Ada Istilah Medis Patah Sendi Seperti Hasil Autopsi Anak Karen Pooroe? Ini Penjelasannya
Kolase TribunNewsmaker - Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Deretan kejanggalan atas meninggalnya anak Karen Pooroe, Zefania Carina. 

Patah tulang yang menyebabkan robekan pada sendi biasanya terjadi pada lipatan-lipatan, seperti siku, pergelangan tangan, lutut, bahu, leher, dan lainnya.

Patah tulang dan sendi robek ini juga dapat meningkatkan laju aliran darah sehingga seseorang kemungkinan akan mengalami kekurangan darah secara drastis.

Meski demikian, pihak kepolisian menjelaskan bahwa pihaknya tidak mau mengambil langkah setengah-setengah dalam penyelesaian kasus ini.

"Jangan sampai saya salah menyampaikan bulat-bulat kepada rekan-rekan, nanti salah persepsi," ucap Budi.

Ia menjelaskan, Polisi akan lebih dulu memanggil dokter yang melakukan autopsi untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

"Untuk detailnya kita akan bikin dalam BAP. Kita akan memanggil dokter yang melaksanakan autopsi, dan dituangkan ke dalam BAP sehingga lebih jelas," tambahnya.

Sebelumnya, jenazah anak Karen Pooroe telah diautopsi pada Rabu (19/2/2020) lalu.

Dugaan kuat, Arya Claproth sempat dituduh sebagai penyebab kematian sang anak.

Meski demikian, pihak mantan suami Karen Pooroe juga tak terima dirinya disudutkan atas meninggalnya Zefania Carina. (GridHEALTH.id)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas