Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kata Ahli Tentang Masakan Bersantan dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Tak sedikit makanan khas Indonesa menggunakan santan sebagai bahan. Rendang, opor ayam, hingga gulai, menggunakan santan untuk menambah cita rasa.

Kata Ahli Tentang Masakan Bersantan dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Sajian Sedap
Pastikan untuk menyajikan Resep Opor Ayam Kuning saat lebaran tiba 

Selain bersantan, masakan khas Indonesia biasanya tinggi lemak dan kolesterol.

Saat santan dikonsumsi dalam bentuk segar, misalnya diperas menggunaan air hangat sebenarnya tidak masalah bagi kesehatan.

Tapi, saat dihangatkan dan minyak dalam masakan diolah berkali-kali, seperti direbus atau digoreng, maka minyak tersebut bisa berubah menjadi lemak trans atau lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh dan saluran pembuluh darah.

Hal inilah yang seringkali menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Apalagi, kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menghangatkan masakan bersantan hingga beberapa kali.

Saat diwawancara, ahli gizi RS Indriati Solo Baru, Rista Yulianti Mataputun, S.Gz, juga menyebut santan sebenarnya masuk dalam kategori lemak baik.

Baca: 5 Jenis Makanan Ini Bagus untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Alias Hipertensi

Santan kepala mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar oleh tubuh.

Tapi, cara memasak yang salah, bisa menyebabkan lemak pada santan berubah menjadi lemak jenuh.

Lemak jenis ini diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Maka dari itu, dianjurkan bagi siapa saja untuk mengurangi konsumsi masakan bersantan yang dimasak terlalu lama atau dipanaskan berulang kali.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas