Tribun Kesehatan

Virus Corona

Benarkah Jahe Merah, Meniran dan Empon-empon Bisa Obati Virus Corona? Kini Bahan Herbal Diuji Klinis

Benarkah obat herbal bisa menangani covid-19?PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mulai melakukan uji klinik terhadap obat herbal biodiversitas Indonesia

Editor: Anita K Wardhani
Benarkah Jahe Merah, Meniran dan Empon-empon Bisa Obati Virus Corona? Kini Bahan Herbal Diuji Klinis
Alex Suban/Alex Suban
Merebaknya wabah virus Covid-19 membuat rempah-rempah semakin diminati mayarakat. Pedagang di Pasar Bersih Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menyediakan empon-empon karena minat masyarakat semakin tinggi membeli tanaman empon-empon yang lumrah dipakai sebagai bahan baku obat herbal seperti jamu ini, rabu (18/3/2020). Pedagang di pasar itu menjual Kunyit seharga Rp 20 ribu per kilogram, Pala Kunyit Rp 30 ribu per kilogram, Temulawak Rp 30 ribu per kilogram, Sereh Rp 20 ribu per kilogram, Jahe Merah Rp 80 ribu per kilogram, dan Jahe Paris Rp 20 ribu per kilogram. Warta Kota/Alex Suban 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Obat herbal kerap jadi pilihan, terutama saat wabah virus corona atau covid-19 saat ini.

Tidak sedikit orang mencoba empon-empon seperti jahe, meniran, kunyit dan bahan yang biasa dibuat campuran bumbu ini menjadi obat herbal untuk mengobati ataupun mencegah.

Benarkah obat herbal bisa menangani covid-19?

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mulai melakukan uji klinik terhadap obat herbal biodiversitas Indonesia sebagai produk imunomodulator herbal dalam penanganan pasien Covid-19 yang dikoordinasikan oleh konsorsium Covid-19 Ristek/BRIN.

“ Kalbe berkomitmen mendukung pemerintah melalui produk herbal Kalbe dalam mengatasi dan menanggulangi Covid-19, salah satunya melalui inovasi dan penelitian obat herbal sebagai imunomudulator dalam penanganan pasien Covid-19,” sebut Direktur PT Kalbe Farma Tbk Sie Djohan dalam melalui siaran pers yang dikutip Jumat (12/6/2020).

Dia menyebutkan, terdapat 2 produk yang diikutkan dalam uji klinik ini yaitu produk berbahan dasar jamur Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terbuat dari ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung.

" Jamur Cordyceps dipercaya dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan. Sebagai tanaman obat tradisional, cordyceps mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine," ujarnya.

"Bahan herbal alami Indonesia yang telah dipercaya dapat menjaga daya tahan tubuh," lanjut dia.

Uji klinik ini merupakan kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

LIPI sebagai koordinator uji klinik obat Herbal Indonesia ini juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan uji klinik di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dengan didukung oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Puskes TNI dan Litbangkes Kemenkes.

Pelaksanaan uji klinik dimulai awal pekan ini, Senin (8/6/2020) dan diperkirakan akan selesai pada Agustus 2020 mendatang. Uji klinik ini berdasarkan kajian literatur terhadap produk herbal unggulan yang memiliki efektifitas, keamanan, dan memiliki nilai konten lokal serta ketersediaan bahan baku

“Kami berharap, produk herbal ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membantu memperkuat imunitas tubuh dan bermanfaat untuk dapat tetap produktif di saat new normal ini,” ucap Djohan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalbe Farma Uji Klinik Herbal untuk Obat Covid-19", 
Penulis : Kiki Safitri

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas