Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anak Obesitas Punya Risiko Alami Pubertas Lebih Cepat

Masalah kelebihan berat badan atau obesitas yang terjadi pada anak ternyata bisa membuat anak mengalami pubertas lebih cepat.

Anak Obesitas Punya Risiko Alami Pubertas Lebih Cepat
NET
Obesitas anak1 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Masalah kelebihan berat badan atau obesitas yang terjadi pada anak ternyata bisa membuat anak mengalami pubertas lebih cepat.

Ahli nutrisi Ardy Brian Lizuardi menjelaskan anak yang kelebihan berat badan akan mengalami penumpukan lemak sehingga mengganggu produksi hormon dalam tubuh si anak.

"Anak-anak yang kegemukan kan otomatis jumlah lemak di dalam tubuh tinggi, ini yang akan mengganggu produksi hormon di dalam tubuh karena otomatis bahan bakunya terlalu banyak sehingga laju kecepatan mencapai pubertas itu lebih cepat," ucap Ardy saat webinar bersama Nutrifood, Selasa (30/6/2020).

Pada anak perempuan yang kelebihan berat badan maka pertumbuhan payudara dan menstruasi akan lebih cepat dibanding anak-anak yang berat badannya ideal.

Baca: Benarkah Obesitas Bisa Picu Masalah Kesehatan Seksual?

Baca: Agar Menstruasi Tetap Lancar dan Tidak Terkendala, Hindari Beberapa Makanan Berikut Ini

Aria Permana, pasien anak obesitas asal Karawang, Jawa Barat, tengah asyik bermain gim di ponselnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). Aria Permana, bocah berusia 13 tahun yang bobot tubuhnya pernah mencapai 192 kg dan kini sudah menyusut sekitar 106,5 kg itu akan menjalani operasi tahap pertama yaitu mengangkat kulit bergelambir bagian lengan kanan dan kiri pada Rabu (24/7/2019). Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Aria Permana, pasien anak obesitas asal Karawang, Jawa Barat, tengah asyik bermain gim di ponselnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). Aria Permana, bocah berusia 13 tahun yang bobot tubuhnya pernah mencapai 192 kg dan kini sudah menyusut sekitar 106,5 kg itu akan menjalani operasi tahap pertama yaitu mengangkat kulit bergelambir bagian lengan kanan dan kiri pada Rabu (24/7/2019). Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Saat menstruasi anak yang obesitas juga berpotensi mengalami gangguan seperti rasa nyeri berlebih atau masalah siklus karena adanya penumpukan lemak.

"Efek obesitas saat masuk puberitas untuk kaum perempuan biasanya mengalami gangguan siklus menstruasi dan selama proses pertumbuhannya terganggu," kata Ardy.

Sementara pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan penumbuhan jakun dan perubahan suara, hingga mimpi basah.

Ardy juga menjelaskan obesitas pada anak-anak bersiko menimbulkan masalah kesehatan pada saat dewasa jika tidak segera diatasi dengan perubahan gaya hidup.

Beberapa contoh risikonya adalah penyakit terkait kelebihan zat sepeti diabetes maupun hipertensi karena kelebihan gula, garam, dan lemak.

"Anak-anak yang gemuk cenderung saat dewasa lebih beresiko terkena diabetes hipertensi dan obesitas sehingga untuk orang-orang tua di sini sebaiknya untuk tetap dijaga berat badannya dalam kondisi yang ideal jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus," pungkas Ardy.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas