Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Mama Jangan Panik, Ini Cara Membedakan Batuk Karena Alergi dan Covid-19 Pada Anak

alau anak mengalami batuk dan pilek biasa orangtua langsung panik apalagi kalau anak mengalami penyakit penyerta seperti alergi.

Mama Jangan Panik, Ini Cara Membedakan Batuk Karena Alergi dan Covid-19 Pada Anak
Sehatnews
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Di masa pandemi covid-19 ini muncul banyak ketakutan pada orang tua kalau anak mulai mengalami gejala-gejala sakit yang mirip dengan gejala covid-19.

Contohnya saja kalau anak mengalami batuk dan pilek biasa orangtua langsung panik apalagi kalau anak mengalami penyakit penyerta seperti alergi.

Dokter Spesialis Anak dari RSUP Persahabatan dr. Lilis D. Hendrawati, Sp.A (K) menjelaskan tanda-tanda perbedaan batuk dan pilek karena alergi dan covid-19 yang bisa membantu orang tua lebih tenang.

Pertama kalau batuk dan pilek karena alergi biasa hanya terjadi pada malam hari saja, sementara batuk dan pilek akibat covid-19 durasinya bisa sepanjang hari.

Baca: Cara Tepat dan Mudah Mengobati Batuk Berdahak yang Sering Terjadi di Musim Pancaroba Secara Alami

Baca: Alergi Susu Sapi, Susu Almond Bisa Jadi Pengganti, Cocok Juga untuk Bantu Diet

anak pilek ok
anak pilek ok (net)

"Batuk alergi itu pada malam hari seharusnya yang punya bakat alergi gak terlalu kaget, pada covid-19 ini memang penyakit batuk menjadi salah satu tanda," ungkap dr. Lilis saat live bersama Radio Kesehatan, Selasa (7/7/2020).

Kemudian kalau batuk dan pilek tidak diikuti demam itu hanya alergi biasa yang bisa segera disembuhkan.

Sementara itu kalau batuk dan pileknya disertai demam itu merupakan tanda bahaya covid-19 sebaiknya segera dilaporkan ke fasilitas terdekat.

"Kalau covid-19 ada demamnya, ini tanda penting dan signifikan, kalau ada keluhan itu orang tua harus segera mencari upaya pengobatan," kata dr. Lilis.

Perhatikan juga riwayat perjalanan anak dan anggota keluarga saat anak mulai mengalami batuk, pilek, dan demam karena anak juga berpotensi tertular dan mengalami covid-19.

Penularan covid-19 sampai saat ini paling besar penularannya lewat droplet atau percikan kecil ludah yang keluar dari mulut saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Cara pencegahan sampai saat ini adalah dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan atau langkah-langkah menjaga kebersihan diri karena vaksin dan obat covid-19 belum ditemukan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas