Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dokter Reisa; Hentikan Stigma Negatif ke Tenaga Kesehatan dan Pasien Covid-19

"Mari setop stigma negatif terhadap dokter, perawat, pasien Covid-19 dan keluarga mereka," ujar Reisa di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Dokter Reisa; Hentikan Stigma Negatif ke Tenaga Kesehatan dan Pasien Covid-19
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Jumat (26/6/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap tenaga kesehatan dan pasien Covid-19.

Menurut Reisa, sikap tersebut tidak berguna terhadap pengendalian Covid-19.

"Mari setop stigma negatif terhadap dokter, perawat, pasien Covid-19 dan keluarga mereka," ujar Reisa di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Reisa mengutip hasil survei Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas‎ Indonesia dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia yang menyatakan bahwa sebanyak 140 perawat pernah merasa dipermalukan statusnya sebagai perawat Covid-19 atau bertugas di rumah sakit penanganan Covid-19.

Jajak pendapat ini dilakukan pada awal April 2020 terhadap 2.050 perawat se-Indonesia.

Baca: Dokter Reisa: Rapid Test Masih Dibutuhkan

Hasil‎ lainnya menyatakan 135 perawat pernah diminta meninggalkan tempat tinggalnya.66 responden mengalami ancaman pengusiran. 160 responden mengakui orang-orang sekitar menghindari mereka dan 71 responden mengakui masyarakat ikut menjauhi keluarga mereka.

Baca: Seberapa Ampuh Lampu UVC yang Disarankan Dokter Reisa Membunuh Virus Corona di Udara?

"Bahkan menurut pandangan pakar kesehatan justru dapat berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat virus corona akibat tidak segera ditangani sejak awal," ucap Reisa.

Menurutnya, pencegahan penularan virus corona merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Tugas ini bukan hanya dibebankan kepada tenaga medis.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas