Produk Galon Plastik Air Minum Isi Ulang Dinilai Mengandung BPA
Arist Merdeka Sirait mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu agar berhati-hati saat memilih produk galon pastik air minum.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu agar berhati-hati saat memilih produk galon pastik air minum.
Menurutnya, kemasan galon air minum ada dua jenis, pertama kemasan galon isi ulang yang terbuat dari Polikarbonat yang mengandung BPA (bahan kimia yang ditambahkan ke produk komersial).
Baca juga: Plastik PET Seperti yang Digunakan Botol dan Galon Sekali Pakai Paling Ramah Lingkungan
Kedua, galon sekali pakai yang terbuat dari PET tidak mengandung BPA.
“Kendati sudah ada larangan penggunaan galon plastik yang mengandung BPA tapi tetap saja penggunaan galon plastik isi ulang masih tinggi, Ini yang patut diwaspadai,” kata Arist kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).
“Padahal sudah ada jenis galon yang menggunakan PET yang relatif lebih aman untuk dikonsumsi dan aman bagi kesehatan. Untuk itu perlu adanya promosi supaya masyarakat menyadari,” terang dia.
Karena merasa khawatir, Arist juga sempat mengingatkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mengawasi produk yang dikemas dengan kemasan plastik.
Karena bahan pembuat plastik polikarbonat adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA.
“BPA inilah salah satunya yang mengandung racun yang berbahaya bagi anak-anak. Terutama pada kemasan galon air isi ulang,” urai Arist.
Anggota DPR RI Komisi IX Arzeti Bilbina Huzaimi bahwA kemungkinan paparan zat kimia BPA tersebut bisa melalui botol-botol plastik yang dibawa anak-anak sekolah, juga dari air minum galon isi ulang yang ada di sekolah.
“Sebetulnya ini kita harus aware. Pemerintah yang terlibat di dalam tupoksi untuk bicara mengenai bahan, yang dipakai untuk penunjang,” ucap politikus PKB tersebut.
Menurutnya, yang ingin dilakukan saat ini adalah proses menjadi lebih baik.
“Sehingga jadikanlah produk itu menjadi sehat,” tutur dia.
Baca tanpa iklan