Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita GERD

Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux (GERD) kerap menyambangi orang-orang yang produktif.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita GERD
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi nyeri gara-gara asam lambung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux (GERD) kerap menyambangi orang-orang yang produktif.

Gejala yang ditimbulkan dari GERD ini cukup menganggu, terlebih saat beraktivitas. 

Gejala dari GERD di antaranya seperti rasa sesak di dada, mual merasa ingin muntah, batuk yang berkepanjangan dan lainnya. 

Menurut dr. Hasan Maulahela, Sp. PD- KGEH dalam acara Sains Talk yang diadakan oleh Kompas.com, GERD hadir karena gaya hidup kurang baik. Selain itu pola makan yang tidak teratur juga menjadi biang utama. 

Baca juga: Sama-sama Nyeri di Bagian Dada, GERD Sering Dikira Penyakit Jantung

Begitu juga pada jenis makanan yang dipilih. dr. Hasan Maulahela mengatakan kadang tanpa sadar, ada makanan tertentu yang memicu GERD tapi sering disantap oleh khalayak.

Di antaranya kopi. Sudah bukan menjadi hal yang asing jika minuman yang berkafein dapat membuat asam lambung naik. 

Baca juga: Ibu Hamil hingga Orang Obesitas Rentan Alami Gerd, Ketahui Pemicu dan Cara Mengendalikannya

Zat kafein yang terdapat di dalam kopi dapat melonggarkan cincin otot kerongkongan bawah (klep) menjadi longgar sehingga lambung dapat naik sampai kerongkongan.

Selain itu dr. Hasan Maulahela juga menganjurkan untuk mengurangi makanan yang bersantan.

Makanan bersantan tidak hanya memperburuk asam lambung tapi juga mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan obesitas. 

Lemak yang berada di perut memberikan tekanan pada lambung, sehingga dapat menaikkan asam lambung.

Mengonsumsi cokelat juga harus mulai dipertimbangkan sekarang. Begitu juga pada keju.

"Karenanya, jenis makanan tersebut lebih baik dihindari," kata dr. Hasan Maulahela, Kamis (11/2/2021). 

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas