Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Meski Tinggi, Angka Penderita Kanker Prostat di Indonesia Masih di Bawah Eropa dan Amerika

Penderita kanker prostat menempati urutan ke-4 terbanyak di Indonesia dengan angka mencapai sekitar 25.012 orang.

Meski Tinggi, Angka Penderita Kanker Prostat di Indonesia Masih di Bawah Eropa dan Amerika
Istimewa
Ilustrasi Mr P 

"Biasanya itu adalah (faktor) genetik, jadi ada gen yang bisa meng-induksi terjadinya kanker, ada juga gen yang bisa menekan kanker. Kalau gen yang menekan, umumnya menekan gen yang menginduksi ini misalnya terjadi mutasi maka penekanannya akan hilang," kata Prof Chaidir.

Sehingga gen yang menginduksi terjadinya kanker itu akan lebih berkembang dan lebih merangsang virus pada tubuh.

Ia menyampaikan bahwa pada umumnya, laki-laki yang menderita kanker prostat pada usia di atas 50 tahun, melakukan screening Prostat Specific Antigen (PSA) selama satu hingga dua kali dalam satu tahun.

Ini berlaku bagi penderita kanker prostat yang tidak memiliki riwayat keluarga penderita kanker.

"Kalau pada orang biasa, usia 50 screening paling tidak, sekali setahun atau sekali dua tahun, ini yang normal dan tidak ada risiko faktor keluarga," jelas Prof Chaidir.

Sedangkan bagi laki-laki yang menunjukkan gejala kanker prostat dan memiliki riwayat keluarga penderita kanker, maka screening PSA harus dilakukan sejak usia 40 tahun untuk mendeteksi dini apakah dirinya menderita kanker atau tidak.

"Namun pada laki- laki yanag memiliki riwayat kanker prostat pada keluarga, umur 40 sudah harus screening," pungkas Prof Chaidir.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas