Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banyak Orang Merasa Insecure Saat Pandemi Covid-19, Pengaruhi Fisik, Deg-degan hingga Tak Bisa Tidur

Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak masyarakat mengalami rasa tidak aman (insecure).

Banyak Orang Merasa Insecure Saat Pandemi Covid-19, Pengaruhi Fisik, Deg-degan hingga Tak Bisa Tidur
freepik
ilustrasi khawatir 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak masyarakat mengalami rasa tidak aman (insecure).

Hal itu karena timbul kecemasan berlebihan dalam pikiran mereka terkait situasi saat ini.

Psikolog Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Titi MN, S.Psi, CH, Cht, Psikolog mengakui bahwa ada sejumlah pasien yang mengeluhkan hal ini.

Mereka merasa cemas melihat situasi yang terjadi saat masa pandemi.

Baca juga: Keluarga Bisa Pengaruhi Rasa Insecure Pada Anak, Ini Dampaknya Pada Pertumbuhan Buah Hati

Baca juga: Media Sosial Bikin Insecure ? Begini Penjelasannya

"Kebetulan di RS Keluarga Sehat, ada beberapa pasien yang datang ke kami dengan merasa takut dengan situasi kondisi saat ini," ujar Titi, dalam talkshow virtual bertajuk 'Ubah Insecure Jadi Bersyukur', Jumat (19/2/2021) pagi.

Diantara pasien itu, ada yang merasa khawatir melihat banyaknya orang yang meninggal akibat pandemi.

Peristiwa itu yang selalu muncul dalam pikiran mereka dan membuat mereka merasa cemas, kemudian berpikiran secara berlebihan (overthinking).

"Jadi misalnya dia merasa takut kenapa akhir-akhir ini seperti mencekam sekali, karena banyak yang meninggal. Padahal itu hanya ada dalam pikirannya," kata Titi.

Ilustrasi perempuan yang menjalin hubungan dengan pria insecure.
Ilustrasi  insecure. (lovepanky.com)

Bahkan ada diantara mereka yang berpikiran terlalu negatif dan mengaitkan kematian satu dengan kematian lainnya.

Ini kemudian membuat kondisi psikologisnya terganggu.

"Jadi kemudian dia merasa cemas ketika mendengar kabar si bapak x meninggal, si ibu x meninggal, kemudian ia kait-kaitkan pikiran itu yang menyebabkan ia timbul rasa cemas, rasa takut," jelas Titi.

Rasa takut yang berlebihan ini pun pada akhirnya turut mempengaruhi kondisi fisiknya dan banyak yang mengalami susah tidur.

"Dan itu akan berpengaruh pada fisiknya, sehingga timbul rasa deg-degan yang berkepanjangan, tidak bisa tidur," pungkas Titi.

Perlu diketahui, insecure merupakan gambaran perasaan tidak aman yang dirasakan seseorang dan membuat mereka merasa gelisah, cemas, takut, malu hingga tidak percaya diri.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas