Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jangan Merasa Tabu Beri Edukasi Seks Pada Anak, Dokter Boyke: Bisa Hindari Predator dan Pelecehan

Tidak sedikit orangtua yang menganggap sepele bahkan merasa tabu untuk memberikan edukasi seks pada anak dan remaja. Padahal ini penting.

Jangan Merasa Tabu Beri Edukasi Seks Pada Anak, Dokter Boyke: Bisa Hindari Predator dan Pelecehan
123RF.com
Ilustrasi pendidikan seks untuk anak usia dini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak sedikit orangtua yang menganggap sepele bahkan merasa tabu untuk memberikan edukasi seks pada anak dan remaja. 

Padahal, edukasi seks atau pendidikan seksual sebaiknya dimulai sejak dini.

Tak hanya bagi orangtua, para remaja pria dan wanita juga menjadi poin penting agar tidak menjurus ke perilaku negatif dan menciptakan generasi yang berkualitas.

Hal ini diperlukan guna mengetahui bagaimana perilaku seksual yang sehat serta mencegah terjadinya pelecehan seksual.

Baca juga: Curiga Anaknya Paling Disayang Kepsek, Diduga Jadi Korban Pelecehan, Ibu Lapor Polisi

Baca juga: Kena Isu Predator Seks, Begini Nasib Oknum Kepala Sekolah Dasar di Simalungun

Seks edukasi ini tidak hanya sebatas membahas seksualitas semata-mata, tapi juga membahas tentang masalah reproduksi yang sehat dan benar serta mendapat bimbingan masalah resproduksi.

"Mengapa ini penting dibicarakan, ternyata kesehatan reproduksi kita perilaku-perilaku milenials itu tidak banyak berubah," kata Dokter Boyke saat acara live Youtube BKKBN, Rabu (14/4/2021).

Dokter dan sosiolog Indonesia dr. Boyke saat memberikan materi tentang bahaya Problematika 5G di Hotel Aston Inn Pandanaran Kota Semarang, Sabtu (3/8/2019). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Dokter dan sosiolog Indonesia dr. Boyke saat memberikan materi tentang bahaya Problematika 5G di Hotel Aston Inn Pandanaran Kota Semarang, Sabtu (3/8/2019). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Berdasarkan penelitian tahun 2008 dan 2018 menurutnya angka-angka prilaku seks di DKI Jaya itu ternyata masih tinggi pada usia 14-21 tahun hampir separuhnya melakukan hubungan seksual.

"Sebenarnya apa masalahnya, Kenapa ini masih tinggi, Meskipun sudah banyak berbicara tentang seks edukasi bahkan masih cenderung naik," ungkapnya.

Masih banyak orangtua menganggap tabu terkait pembelajaran tentang seks edukasi.

Padahal seks edukasi ini juga berfungsi memberikan informasi terkait menjaga kesehatan reproduksi.

"Kesehatan reproduksi itu sering dikaitkan dengan seks, tatacara selalu dengan posisi variasi. Padahal pendidikan seks itu bagaimana seorang pria dan wanita menjaga kesehatan reporduksinya, pada dirinya orang terdekatnya dan pada lingkungannya dan bagaimana mereka berprilaku sesuai gendernya,"

Terakhir, Dokter Boyke mengimbau bagi para orangtua dan remaja Indonesia harus segera mengetahui dan memberikan pembelajaran seks, tidak hanya kepada anak, namun juga pada teman, keluarga dan lingkungan untuk menciptakan generasi berkualitas.

"Kenapa harus diajarkan sejak dini agar anak-anak kita tidak dijadikan korban dari para predator-preadotr jahat diluar sana," tutupnya.

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas