Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tak Boleh Sembarangan, Obat Pengencer Darah Hanya Boleh Dikonsumsi dalam Kondisi Tertentu

Obat pengencer darah sangat membantu karena dapat mencegah terjadinya penyumbatan pada aliran darah. 

Tak Boleh Sembarangan, Obat Pengencer Darah Hanya Boleh Dikonsumsi dalam Kondisi Tertentu
IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas V Halaman 29-34
Sistem peredaran darah manusia, terdapat alat peredaran darah yang meliputi pembuluh darah dan jantung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Obat pengencer darah dikonsumsi untuk melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Obat ini sangat membantu karena dapat mencegah terjadinya penyumbatan pada aliran darah. 

Namun, tidak semua orang boleh mengonsumsi obat pengencer darah, seperti disampaikan oleh dr Aron Husink, Sp. JP, FIHA.

Menurutnya hanya dua orang dalam kondisi tertentu yang diperbolehkan untuk mengonsumsi obat pengencer darah. 

Baca juga: Olahraga Intensitas Tinggi Dilarang untuk Penderita Jantung Koroner, Begini Alasannya

Pertama adalah mereka yang menderita penyakit jantung koroner. Kedua adalah orang yang mengalami serangan jantung.

Kenapa demikian? Karena ada beberapa dampak tidak baik jika mengonsumsi obat pengencer darah tanpa alasan yang kuat. 

"Tergantung kondisinya. Semakin kemari penelitan terus berjalan. Trend konsumsi pengencer darah tanpa indikasi dilarang dan ditinggalkan. Karena dapat membuat masalah," katanya pada live streaming, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Kena Serangan Jantung? Ketahui Kapan Waktu Tepat Lakukan Pemeriksaan

Menurut pemaparan dr Aron, penggunaan obat konsumsi darah dapat merusak selaput pada lambung. Lama kelamaan dapat menimbulkan penyakit kronis pada lambung hingga pendarahan. Kemudian penggunaan obat pengencer darah jangka panjang membuat darah lebih encer.

Darah yang terlalu encer akan berisiko mengancam nyawa saat terjadi suatu kecelakaan.

Begitu pula pada pasca operasi, dikhawatirkan saat luka terbuka, pendarahan tidak dapat terkontrol secara baik.

Namun, ada pula orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau serangan jantung untuk konsumsi obat pengencer darah. Mereka adalah orang yang berisiko mengalami penyakit jantung. Misalnya punya keturunan penyakit jantung dari keluarga. 

"Merokok, kencing manis dan faktor keturunan keluarga, itu sudah boleh konsumsi obat pengencer darah. Gunanya menurunkan resiko serangan jantung mendadak. Jadi yang diperbolehkan adalah hanya orang yang berisiko tersebut," katanya lagi. 

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas