Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenkes dan PAKKI Evaluasi Penerapan Prokes di Berbagai Tatanan Tempat Kerja di Gorontalo

Ketua PAKKI DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes menjelaskan, kita ditugaskan untuk melihat sejauh mana implementasi perlindungan bagi tenaga kesehatan

Kemenkes dan PAKKI Evaluasi Penerapan Prokes di Berbagai Tatanan Tempat Kerja di Gorontalo
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, GORNTALO -- Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian kesehatan Republik Indonesia (RI) melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan diberbagai tatanan tempat kerja di Provinsi Gorontalo.

dr. Inne Nutfiliana, Adminkes Ahli Muda Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 tentunya seorang pekerja harus beraktivitas ditempat kerja yang beresiko yang cukup besar tertularnya covid-19.

"Kami dari kementerian kesehatan mengevaluasi dan memonitoring di 34 Provinsi salah satunya di Gorontalo.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Minggu, 6 Juni 2021: Pasien Positif Tambah 5.832, Sembuh 4.187, Meninggal 163

Nah, kami melakukan di 3 kelompok tatanan tempat kerja yakni fasyankes berupa puskesmas, laboratorium, maupun rumah sakit kemudian di sektor Industri adalah perusahaan dan UMKM serta tempat fasilitas umum seperti hotel, pasar, bandara," ungkapnya, Jum'at, (4/6/2021).

Inne menjelaskan juga, dalam aktivitas ini kami memotret bagaimana penerapan protokol kesehatan di Indonesia dan salah satunya di Gorontalo.

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di Bandung Mangkhawatirkan, Wakil Wali Kota Takut Bisa Kolaps

Dan kata Inne, yang ditunjuk adalah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

"Berdasarkan pengamatan sepintas, sebagian institusi di Gorontalo sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Sayangnya, dari sisi masyarakatnya yang masih perlu ditingkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Untuk perubahan perilaku, kata Inne Nutfiliana perlu ditingkatkan lagi mulai dari pemahaman masyarakat, pengawasan, dan penerapan sanksi. Agar supaya, perilaku masyarakat ini bisa menjadi terbiasa baik menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca juga: Karyawan Beserta Keluarga Daihatsu Menerima Vaksinasi Covid-19

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami bekerjasama dengan tiga Organisasi Profesi (OP), Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI), Persatuan Dokter Spesialis Okupasi (PERDOKI), dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Yulis
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas