Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Mengenal Perbedaan Varian Covid-19 Biasa dengan Varian Delta 

Hingga kini pandemi covid-19 belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Bahkan belakangan ini kasus baru covid-19 memecahkan rekor.

Mengenal Perbedaan Varian Covid-19 Biasa dengan Varian Delta 
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Studi dari Harvard Medical School menyatakan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) kemungkinan sudah ada dan menyebar di China sejak Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari setahun sejak diumumkan pemerintah pada Maret 2020.

Hingga kini pandemi covid-19 belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Bahkan belakangan ini kasus baru covid-19 mengalami peningkatan hingga memecahkan rekor.

Terhitung kemarin, Selasa (6/7/2021), Covid-19 sudah menjangkiti sekitar 2.345.018 jiwa. Khususnya bulan Juli, angka infeksi memang terus menunjukkan trend peningkatan. 

Sejak pertama kali melanda di Wuhan, virus SARS-CoV-2 terus mengalami mutasi. Ada namanya varian Alpha, Beta, Kappa dan lainnya. Saat ini, varian yang ramai diperbincangkan adalah varian Delta. 

Baca juga: Varian Delta Diduga Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Pulau Jawa

Menurut Dokter spesalis paru UI, dr Gatut Priyonugroho, Sp.P, varian Delta masihlah dari virus yang sama yaitu SARS-CoV-2. Hanya saja punya beberapa perbedaan dari varian sebelumnya. 

"Kalau varian ini spesies sama. Hanya saja punya sedikit perbedaan sifat. Tapi mayroitas sama. Sedikit ada mutasi. Jadi kalau virus corona ada konde di kepala, di situ ada perubahan sedikit," paparnya dalam seminar yang diadakan Fakultas Ilmu Adminstrasi Universitas Indonesia (UI), Rabu (7/7/2021). 

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (freepik)

Ia mengatakan jika pada umumnya, virus Covid-19 memang mudah menular. Ibaratnya 1 orang bisa menularkan 4.

Namun pada varian Delta, bisa menularkan lebih banyak. Umpamanya 1 pasien bisa menularkan 8 orang.

Sedangkan untuk rosiko pasien terinfeksi di rawat inap lebih besar yaitu hingga 2 kali lipat. Jumlah virus pada varian Delta lebih banyak pada varian sebelumnya.

Selain itu berbeda pada virus Covid-19 yang biasa, biasanya pasien yang terinfeksi dapat memiliki antibodi atau kekebalan pada tubuh tiga sampai sembilan bulan. 

Di sisi lain, untuk varian ini, antibodi yang dihasilkan tidak terlalu banyak. Dr Gatut pun memberikan perbandingan antibodi yang dihasilkan setelah terinfeksi. Antara varian Delta dengan varian sebelumnya adalah 654 : 3372. Atau bisa dibilang hanya seperlimanya.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas