Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

IQOS Diminta Tunduk pada Kebijakan dan Regulasi Nasional

saat ini IQOS belum masuk sebagai salah satu produk yang dilarang dalam PP 109/2012.

IQOS Diminta Tunduk pada Kebijakan dan Regulasi Nasional
Pixabay
Ilustrasi rokok kretek. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tobacco Control Support Center (TCSC) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Soemarjati Arjoso menyatakan menolak IQOS sebagai produk pengganti rokok bagi mereka yang kecanduan merokok.

TCSC IAKMI juga berharap pemerintah mencantumkan larangan produk IQOS dalam revisi PP 109/2012 yang sedang berlangsung proses pembahasannya, karena IQOS termasuk produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco products/HTPs).

"Kami menolak produk IQOS, dan berharap pemerintah memasukkan larangan terbut dalam revisi PP 109/2012. I quit ordinary smoking (IQOS) pada dasarnya adalah rokok elektrik yang mestinya dilarang," tutur Soemarjati, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Soemarjati mengatakan saat ini IQOS belum masuk sebagai salah satu produk yang dilarang dalam PP 109/2012.

Namun, TCSC IAKMI akan mendesak pemerintah agar IQOS dilarang, karena termasuk dalam kategori produk HTPs.

Baca juga: Pengurangan Bahaya Tembakau, Solusi Holistik Atasi Masalah Rokok

”IQOS termasuk dalam HTPs. Ketentuan WHO tentang HTPs sudah jelas karena menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin dan bahan kimia beracun ketika tembakau dipanaskan atau ketika perangkat yang mengandung tembakau diaktifkan,” jelas mantan anggota DPR itu.

Baca juga: Konsumen Berharap Ada Kepastian Regulasi soal Produk Rokok Elektrik

Karena sangat adiktif, lanjut Soemarjati, maka WHO menyatakan bahwa semua bentuk penggunaan tembakau termasuk HTPs adalah berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, tembakau pada dasarnya beracun dan karsinogen atau dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

Baca juga: Simplifikasi Tarif Cukai Hasil Tembakau Dinilai Bisa Tekan Variasi Harga Rokok

Menurut Soemarjati, meskipun tidak menimbulkan asap yang dapat mengganggu perokok pasif, namun HTPs harus tunduk pada kebijakan dan regulasi nasional, sebagaimana pengaturan produk tembakau lainnya.

”Meskipun diklaim tidak menghasilkan asap seperti vaping, tapi HTPs adalah termasuk golongan rokok elektronik,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas