Tribun Kesehatan

RS Polri dan Celltech Stem Cell Kerjasama dalam Riset dan Penelitian Sel Punca

Berbagai kegunaan stem cell dari tali pusat jaringan telah dilaporkan berbagai jurnal ilmiah maupun riset kedokteran yang terus berkembang.

Editor: Willem Jonata
RS Polri dan Celltech Stem Cell Kerjasama dalam Riset dan Penelitian Sel Punca
istimewa
Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) tentang kerjasama antara RS Bhayangkara Tk. 1 R. Said Soekanto dengan Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking (CSC) dalam hal Rujukan Pengambilan Sampel dan Pengaplikasian Stem Cell 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai kegunaan stem cell dari tali pusat jaringan telah dilaporkan berbagai jurnal ilmiah maupun riset kedokteran yang terus berkembang.

Stem cell diyakini sangat bermanfaat untuk diabetes, cerebral palsy, autis, penyakit auto imun, kelainan orthopedis, osteoarthritis pada lutut dan tulang belakang, osteoporosis, trauma luka bakar, multiple sclerosis, Lupus, COPD, dementia,  alzheimer,  parkinson, kanker hingga mampu digunakan untuk vitalitas pria dan wanita dan anti aging.

"Dan kenyataan, saat ini telah banyak pesohor negeri ini menjalani terapi stem cell keluar negeri dan ini sangat merugikan negara karena devisa negara lari keluar negeri,' kata Presiden World Council for Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (WOCPM), Deby Vinski saat  penandatanganan kerjasama antara Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking (CSC)  dengan Rumah sakit Bhayangkara atau RS Polri di Jakarta belum lama ini.

RS Polri menjalin kerjasama dengan Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking (CSC) untuk melakukan riset dan penelitian sel punca, laboratorium stem cell dan bank tali pusat atau penyimpanan ari-ari agar nantinya dapat diproses menjadi stem cell di laboratorium stem Cell Celltech.

Baca juga: Mengenal Sistem Rangka Manusia: Struktur, Macam, dan Perkembangan Tulang

Dikatakan Deby, saat ini  hanya ada dua pusat  stem cell di Asia yang menggunakan teknologi quantum kedokteran, dimana stem cell diproses secara closed system ini mengurangi human error dan resiko kontaminasi karena semua dalam sistem steril tertutup serta terukur kualitas mau kuantitas pasti morfologi, biomarker, jumlah stem cell yang dihasilkan serta waktu produksi yang cukup singkat dibanding dengan sistem lama konvensional Open system.

Stem cell adalah sel punca yang hidup dan dapat dimanfaatkan baik untuk penyakit degeneratif maupun wellness dan vitalitas pria maupun terapi gejala menopause ataupun female rejuvenation.

"Dalam dunia kedokteran, anti aging stem cell dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas  hidup, awet sehat optimal dan vitalitas pria maupun wanita semakin baik dan mencegah penyakit degeneratif.

Cellteh berkomitmen menjadi Perusahaan sel punca atau stem cell terdepan memberikan yang terbaik dari segi  teknologi, mutu  maupun pelayanannya," kata Deby.

Deby menyebut Kepala Rumah Sakit Brigjen. Pol. dr. Asep Hendra diana sebagai visioner untuk menjadikan RS Polri Soekanto semakin maju dalam pelayanan stemcell, riset dan penelitian.

Harapan dari kerjasama ini adalah semoga di masa depan banyak masyarakat Indonesia semakin mendukung Medical Tourism di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan yang digalakan Celltech yang selalu berusaha berperan aktif dalam menyelamatkan devisa negara serta mendukung himbauan Presiden untuk mencintai produk dalam negeri," kata Deby.

Prof. Deby juga merasa bangga karena acara tersebut dihadiri oleh pihak-pihak yang kompeten seperti dr. Marhaen Hardjo yang merupakan Anggota Komite Sel Punca Indonesia. Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, PhD,  yang merupakan Doktor lulusan Okayama University Jepang dan juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (Unibos) Makassar. 

Sebelumnya, CSC juga telah melakukan kerjasama terkait pelayanan laboratorium stem cell dengan Universitas Hassanuddin, RS Kanker Dharmais, dr. H.Khaerul, M.Kes (Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara), Dr. H. AS. Thamrin, MH (Walikota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara), Universitas Islam Makassar, dan RSIA Kemang Medical Care.

Saat ini CSC juga telah melakukan kerjasama terkait pelayanan laboratorium stem cell dengan Universitas Hassanuddin, RS Kanker Dharmais, dr. H.Khaerul, M.Kes (Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara), Dr. H. AS. Thamrin, MH (Walikota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara), Universitas Islam Makassar, dan RSIA Kemang Medical Care.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas