Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal Kelainan Telinga Bagian Luar: Macrotia, Caplang, dan Cup Ear

Satu diantara banyak kelainan yang dialami sebagian orang sejak lahir, adalah kelainan bawaan telinga bagian luar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mengenal Kelainan Telinga Bagian Luar: Macrotia, Caplang, dan Cup Ear
hearforyouri.com
Ilustrasi telinga. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak semua orang terlahir sempurna, karena tentunya ada sebagian yang mengalami kekurangan maupun kelainan secara fisik.

Satu diantara banyak kelainan yang dialami sebagian orang sejak lahir, adalah kelainan bawaan telinga bagian luar.

Lalu apa itu kelainan bawaan telinga bagian luar?

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. R Ayu Anatriera, MPH, Sp.THT-KL., menjelaskan bahwa bagian telinga luar itu dimulai dari daun telinga hingga ke liang telinga, di dalamnya termasuk gendang telinga.

"Telinga luar itu mulai dari daun telinga sampai batas gendang telinga, jadi daun telinga dan liang telinga," ujar dr. Ayu, dalam live talkshow Instagram RSUI bertajuk 'Mengenali Kelainan Bawaan Telinga Luar', Kamis (11/11/2021).

Sementara untuk telinga bagian tengah itu termasuk diantaranya tulang pendengaran hingga koklea.

Rekomendasi Untuk Anda

Koklea ini sangat penting untuk fungsi pendengaran.

Baca juga: Cara Membersihkan Telinga yang Tepat dari Dokter Spesialis THT

"Sedangkan untuk telinga tengah itu liang telinga ke dalam, ada tulang pendengaran, lalu sampai koklea," kata dr. Ayu.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kelainan bawaan pada telinga luar adalah kelainan yang diperoleh seseorang saat dilahirkan.

"Untuk telinga luar itu, jadi berbagai jenis kelainan yang terjadi pada daun telinga dan liang telinga yang didapat semenjak lahir, yang kita sebut sebagai kelainan bawaan," jelas dr. Ayu.

Kelainan yang beragam jenisnya itu awalnya disebabkan terjadinya gangguan saat janin mulai terbentuk dalam rahim sang ibu.

"Apa saja? Macam-macam ya, jadi awalnya itu terjadi gangguan pada saat pembentukan janin di rahim," papar dr. Ayu.

Sedangkan untuk waktu pembentukan telinga pada janin, dimulai sejak masa kehamilan 6 minggu.

"Nah pembentukan telinga itu kapan? Sejak 6 minggu kehamilan atau 6 minggu perkembangan embrio itu sudah mulai terbentuk telinga," tutur dr. Ayu.

Baca juga: Ternyata Berbahaya, Ini Kata Ahli Soal Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud

Oleh karena itu, saat proses pembentukan telinga pada janin usia 6 minggu terganggu, maka ini dapat memunculkan kelainan daun telinga maupun liang telinga saat bayi dilahirkan.

"Jadi ketika ada gangguan diproses pembentukan itu, maka bisa menjadi kelainan pada bentukan daun telinga atau liang telinga," kata dr. Ayu.

Lalu apa saja jenis kelainan bawaan telinga luar yang terkadang dialami bayi saat dilahirkan?

dr. Ayu menyebut kelainan itu ada yang disebut microtia maupun macrotia, caplang hingga cup ear.

Microtia merupakan gangguan bawaan yang menyebabkan terbentuknya telinga luar yang kecil atau bersifat abnormal.

Sedangkan macrotia memiliki sifat gangguan yang sebaliknya, yakni telinga luar tampak lebih besar.

Lalu caplang menunjukkan daun telinga yang tampak lebih membuka sebelah, serta cup ear yang tampak menguncup.

'"Jenis-jenisnya macam-macam, ada yang microtia, microtia itu artinya telinga kecil. Macrotia pun bisa, jadi telinga cenderung lebih besar, lalu ada juga telinga caplang dan cup ear yang menguncup," jelas dr. Ayu.

Tidak hanya itu, ada pula kelainan lainnya yang muncul akibat kegagalan pembentukan penutupan saluran.

"Atau ada juga yang jenisnya kegagalan pembentukan penutupan saluran, kayak ada celah lubang kecil di depan telinga. Lalu liang telinga juga masuk telinga luar, jadi kegagalan pembentukan lubang di liang telinga, sehingga liang telinganya tidak ada ataau mengecil. Nah itu bisa masuk ke dalam kelainan bawaan telinga luar," pungkas dr. Ayu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas