Tribun Kesehatan

Musim Hujan

Flu hingga DBD Rentan Terjadi, Ini Trik Jaga Kesehatan Saat Musim Penghujan Selama Pandemi Covid-19

Pada musim musim penghujan, tidak dipungkiri akan datang beragam penyakit di sekeliling kita. Ini trik jaga kesehatan.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
Flu hingga DBD Rentan Terjadi, Ini Trik Jaga Kesehatan Saat Musim Penghujan Selama Pandemi Covid-19
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Dua orang jasa ojek payung (belakang) mengikuti pengunjung yang menyewa payungnya di kawasan Alun-Alun Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021). Musim hujan saat ini dimanfaatkan sejumlah orang untuk mengais rezeki sampingan dengan menyewakan payung kepada pengunjung/wisatawan di Kota Bandung dengan harga seiklasnya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Lewat kanal tersebut, masyarakat tahu perkiraan cuaca dan bisa diprediksi.

Sehingga saat beraktivitas di luar rumah dapat mempersiapkan segala sesuatu secara baik.

Awan gelap menyelimuti gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia hingga 6 November 2021. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Awan gelap menyelimuti gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia hingga 6 November 2021. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Kalau keluar rumah bisa badai. Jangan lupa bawa persiapan. Payung, mantelnya, jadi tidak hanya persiapan dari dalamnya tapi juga dari luar juga," katanya lagi.

Ketiga, selama musim penghujan masyarakat perlu antisipasi pada penyakit lain. Seperti demam berdarah. Maka langkah yang dilakukan adalah membersihkan lingkungan sekitar kita.

Bersihkan rumah kemudian menerapkan 3M. Yaitu menguras tempat penampungan air agar nyamuk tidak bertelur di dalamnya. Kemudian menutup penyimpanan air di rumah.

Dan terakhir, mengubur sampah-sampah atau bahan yang tidak lagi diperlukan. Kalau memungkinkan, barang atau limbah bekas tapi bernilai ekonomis bisa di daur ulang.

"Kita bisa juga pakai alat bantu obat anti nyamuk. Bisa pakai semprotan, kawat-kawat. Terus juga ada natural, makan penghusir nyamuk juga bisa. Bisa lavender, tapak dara, lumayan mengurangi nyamuk," kata Reisa lagi.

Di sisi lain, masyarakat harus siap siaga berkonsultasi pada dokter jika menunjukkan tanda-tanda akan sakit. Mengingat ada beberapa penyakit yang memiliki gejala serupa dengan Covid-19.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas