Tribun Kesehatan

Layani Masyarakat Sepenuh Hati, Dokter di Semarang Ini Gabung sebagai DPP untuk Peserta JKN-KIS

Rasa pengabdian yang besar ini kemudian memicu Dokter Anita untuk bergabung sebagai DPP untuk melayani pasien umum maupun peserta JKN-KIS.

Layani Masyarakat Sepenuh Hati, Dokter di Semarang Ini Gabung sebagai DPP untuk Peserta JKN-KIS
DOK. BPJS Kesehatan
Klinik Esti Husada di Semarang, Anita Rahayu mendaftar sebagai DPP untuk melayani pasien umum maupun peserta JKN-KIS.

TRIBUNNEWS.COM – Melayani dengan hati dapat menjadi semangat dan komitmen para pengabdi masyarakat untuk membangun bangsa. Hal inilah yang tengah dilakukan dokter pelaksana di Klinik Esti Husada di Semarang,  Anita Rahayu.

Sebagai wujud pengabdiannya, Anita memutuskan bergabung sebagai Dokter Praktik Perorangan (DPP) untuk melayani para pasien. Tidak hanya pasien umum, ia juga melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di tempat praktik pribadinya.

“Kami wajib untuk melayani dengan hati kepada seluruh pasien, baik itu umum maupun peserta JKN-KIS,” ucap Anita seperti dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis (2/12/2021).

Pelayanan kesehatan tersebut, kata dia, dilakukan juga sebagai bentuk integritas dalam mendukung keberlangsungan program JKN-KIS.

Baca juga: Kurang Minum Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Antisipasi Biaya Perawatan dengan BPJS Kesehatan

Untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik, Anita berharap semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  tidak serta merta melihat besaran kapitasi dan berkomitmen tinggi hanya di atas kertas saja.

"Perubahan dan peraturan dalam program JKN-KIS juga wajib diterapkan, sehingga pelayanan terbaik bisa diberikan kepada para peserta," tuturnya.

Meski sudah mengantongi pengalaman bekerja di Rumah Sakit (RS) Roemani Semarang dan menjadi dokter Badan Layanan Umum (BLUD) di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), Anita pun terus mengikuti inovasi hingga serangkaian perubahan dan berbagai peraturan dalam program JKN-KIS.

“Saya fokus juga pada promosi kesehatan dalam pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kami memasang beberapa panduan pelayanan kesehatan sehingga dapat memberikan informasi secara tidak langsung di area praktik dokter,” ujarnya.

Baca juga: Melalui MCS, BPJS Kesehatan Berikan Kemudahan bagi Masyarakat dalam Menjangkau Layanan

Program JKN-KIS tidak memberatkan

Pada kesempatan tersebut, Anita menyarankan semua kalangan masyarakat agar mengikuti program JKN-KIS. Menurutnya program ini harus diwajibkan bagi seluruh masyarakat.

“Program JKN-KIS tidak memberatkan seperti yang dikatakan beberapa orang. Peserta cukup berkomitmen membayar iuran dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sampai kembali sehat berdasarkan indikasi medis,” ujar Anita.

Lebih lanjut, ia mengatakan, program JKN-KIS sangat menguntungkan karena memiliki prinsip gotong royong dan tolong menolong.

Sebaliknya, masyarakat diklaim merugi apabila enggan mengikuti program JKN-KIS. Pasalnya, ke depannya, masyarakat tidak akan pernah tahu kapan bisa jatuh sakit.

Baca juga: Ingin Ubah Kelas JKN-KIS BPJS Kesehatan? Ini Cara dan Syarat Lengkapnya

Meski memiliki asuransi swasta, kata Anita, hal ini tidak akan menjamin apabila sebelumnya peserta punya riwayat sakit.

Berbeda dengan program JKN-KIS yang memberikan hak kepada semua peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

“Peserta juga perlu memahami prosedur dari Program JKN-KIS. Sebab, program ini memberikan manfaat yang luar biasa. Peserta juga patut sadar bahwa di manapun pelayanan kesehatan itu memiliki prosedur masing masing tanpa sebuah alasan," ujarnya.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas