Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengapa Penyakit Komorbid Diabetes Melitus Dapat Memperparah Pasien Covid-19?

Cara yang dapat dilakukan agar penderita diabetes mellitus dapat menjaga kondisi tubuhnya, memastikan kadar gula darah tetap dalam rentang normal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengapa Penyakit Komorbid Diabetes Melitus Dapat Memperparah Pasien Covid-19?
diabetes.co.uk
Ilustrasi. Penderita komorbid Diabetes Melitus (DM) menjadi kelompok rentan saat terpapar Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penderita komorbid Diabetes Melitus (DM) menjadi kelompok rentan saat terpapar Covid-19.

Pasien dengan komorbid ini juga berkontribusi pada tingginya angka kematian Covid-19 di Indonesia.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Mengapa bisa terjadi?

Menurut Wiku, diabetes mellitus berhubungan dengan sel bagian dalam pembuluh darah atau sel endotel.

Sel ini juga sangat berperan pada infeksi Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, sistem kekebalan tubuh pasien mengalami penurunan sehingga berpengaruh kepada produksi antibodi yang terbatas untuk melawan infeksi.

Baca juga: Kamu Penderita Diabetes? Ini 8 Mitos dan Fakta tentang Penyakit Diabetes yang Perlu Kamu Ketahui

"Para penderita diabetes mellitus diharapkan memastikan penyakitnya dapat terkendali," ujar Wiku dalam kegiatan virtual baru-baru ini.

Ada 4 cara yang dapat dilakukan agar penderita diabetes mellitus dapat menjaga kondisi tubuhnya.

Pertama, memastikan kadar gula darah tetap dalam rentang normal untuk penderita DM.

Kedua, pastikan mendapat pengobatan yang memadai dari dokter, konsumsi obat sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.

Ketiga, melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum divaksinasi.

Dan keempat mencukupi kebutuhan gizi dengan diet harian sesuai panduan pada pasien DM dan batasi atau hindari konsumsi gula.

Vaksinasi juga harus digencarkan, termasuk upaya booster.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas