Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penyebaran Monkeypox Secara Diam-diam', Dianggap Jadi Alarm bagi Dunia

Wabah cacar monyet (Monkeypox) saat ini terus berkembang di negara-negara di mana virus itu biasanya tidak ditemukan atau menjadi endemik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penyebaran Monkeypox Secara Diam-diam', Dianggap Jadi Alarm bagi Dunia
rte.ie
Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, EDINBURGH - Wabah cacar monyet (Monkeypox) saat ini terus berkembang di negara-negara di mana virus itu biasanya tidak ditemukan atau menjadi endemik.

Hal ini tentu saja membuat para pejabat kesehatan global meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Indonesia Waspadai Pelaku Perjalanan dari 11 Negara Endemik Cacar Monyet

Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu lalu.

"Saat ini, dengan lebih dari 643 kasus Monkeypox ditemukan pada banyak negara di mana virus itu tidak endemik, kemunculan tiba-tiba pada saat yang sama inilah yang menunjukkan bahwa mungkin ada penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu," kata Tedros.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan  pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan. (AFP)

Dikutip dari laman CNN, Jumat (3/6/2022), virus tersebut sebenarnya telah beredar selama puluhan tahun di beberapa tempat, termasuk sebagian wilayah Afrika Barat dan Tengah.

Dalam penelitian awal yang diposting pada pekan ini, para ilmuwan di Institut Biologi Evolusioner di Universitas Edinburgh, Skotlandia, menggambarkan bagaimana pola genetik yang mereka lihat menunjukkan bahwa 'telah terjadi penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia setidaknya sejak 2017 lalu'.

Baca juga: Inggris Konfirmasi Penularan Komunitas Cacar Monyet

Sementara itu, Ahli Biologi Evolusioner dan Profesor di University of Arizona, Amerika Serikat (AS) yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, Michael Worobey menyampaikan bahwa itu menunjukkan 'wabah ini telah berlangsung lama secara lokal', sama seperti di mana virus itu menjadi endemik.

Gejala dan Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet, Virus yang Sedang Menghebohkan Singapura
Gejala dan Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet, Virus yang Sedang Menghebohkan Singapura (straitstime.com)
Rekomendasi Untuk Anda

Ini mengindikasikan dunia telah gagal melindungi mereka yang berada di daerah yang terbatas sumber dayanya, di mana virus telah lama menjadi endemik dan mengendalikan dari sumbernya sebelum akhirnya menyebar secara global.

"Ini benar-benar kisah dua wabah, kita perlu benar-benar mengalihkan perhatian kita ke tempat penyebarannya dan mulai peduli tentang populasi itu, sama seperti kita peduli tentang apa yang terjadi di semua negara di seluruh dunia ini," tegas Worobey.

Ia kemudian menekankan bahwa ada faktor yang membuatnya berpikir bahwa Monkeypox dapat berpotensi menjadi endemik di negara di luar Afrika Barat maupun Tengah.

"Jika penelitian terus menunjukkan bahwa virus telah menyebar lebih banyak diantara manusia dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya, yakni lebih meluas dari sumber hewani, satu 'pertanyaan yang sangat bagus' adalah mengapa dunia tidak berpikir bahwa Monkeypox bisa menjadi endemik di tempat-tempat di luar Afrika Barat dan Tengah?," kata Worobey.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas