Tribun Kesehatan

Sering Makan Ayam Broiler Disebut Picu Kanker, Pedagang Warteg Sarankan Ikan Jadi Penggantinya

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) Prof Zubairi Djoerban menyebut aya broiler picu sel kanker di tubuh manusia.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sering Makan Ayam Broiler Disebut Picu Kanker, Pedagang Warteg Sarankan Ikan Jadi Penggantinya
Tribunnews/Jeprima
Pekerja membawa ayam yang telah dipilih di Agen Ayam Potong kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin (19/10/2020). Peternak ayam broiler lokal mengaku kesulitan bersaing di pasar lantaran 90 persen pangsa pasar dalam negeri dikuasai asing yang dianggap memiliki modal besar yang dapat mengganggu stabilitas harga, Di antaranya dua perusahaan industri ayam asing asal Thailand dan perusahaan dengan kepemilikan saham asal Singapura, masing-masing sebanyak 40 persen dan 30 persen memegang pasar ayam nasional, serta 20 persen dikuasai perusahaan asing asal Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ayam ras pedaging (broiler) memiliki tingkat lemak yang tinggi, jika dibanding dengan ayam kampung.

Ayam broiler disebut-sebut dapat memicu mutasi sel yang menyebabkan kanker di tubuh manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) Prof Zubairi Djoerban.

Merespon itu, Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, belum ada penurunan pembeli ayam di warteg.

Hanya saja, menurut Mukroni, pemerintah sebaiknya fokus mengkampanyekan gemar makan ikan. Sebab, produksi dalam negeri melimpah.

"Sebenarnya Kowantara ingin program gemar makan ikan dengan produksi dalam negeri melimpah dan itu dulu sangat intens digalakan oleh Menteri Bu Susi, sekarang kelihatannya mandul," ujar Mukroni melalui keterangannya, Rabu (6/7/2022).

Sebab, lanjut dia, dengan adanya isu makan ayam broiler dapat picu kanker, sebaiknya pemerintah mulai gencar mensosialisasikan makan ikan. Lantaran, diuntungkan dengan ikan yang melimpah.

"Kami mengharapkan pemerintah mensosialisasi program gemar makan ikan digalakkan lagi. Produk melimpah, harga terjangkau, protein tinggi, lebih sehat tidak banyak menimbulkan efek penyakit lainnya," kata Mukroni.

Baca juga: Konsumsi Ayam Broiler Disebut Picu Kanker, Pemerintah Diminta Kampanyekan Makan Ikan

Sebelumnya, Prof Zubairi Djoerban menjelaskan, lemak yang tinggi pada ayam broiler memudahkan sel kanker berkembang.

"Ya kalau sering banget (mengonsumsi ayam broiler), lebih memudahkan timbulnya kanker payudara. Tapi bukan karena ayamnya (yang picu kanker). Kan ayam broiler mengandung banyak lemak. Konsumsi lemak berlebihan pada diet jangka panjang memudahkan kanker payudara," ujarnya dikutip dari unggahan di instagram miliknya, Selasa (5/7/2022).

Hal ini diperkuat pula oleh studi yang dilakukan dengan membandingkan tingkat konsumsi lemak antar negara.

Dimana negara dengan konsumsi lemak tinggi masyarakatnya lebih rentan terkena kanker payudara, dibanding dengan negara yang konsumsi lemaknya rendah.

“Ini dibuktikan baik pula pada binatang percobaan, maupun juga pada beberapa negara yang konsumsi lemaknya tinggi dibandingkan dengan negara lain yang konsumsi lemaknya rendah. Ternyata kejadian kanker payudara lebih tinggi pada negara-negara dengan konsumsi lemak yang tinggi, termasuk ayam broiler,” jelasnya.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP juga memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas