Alergi Kafein Kopi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah
Berikut adalah gejala yang dialami bagi orang yang mempunyai alergi terhadap kafein yang terkandung dalam kopi.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Kopi menjadi minuman berkafein favorit banyak orang.
Namun, ada juga yang alergi terhadap kafein kopi.
Gejala fisik alergi kafein kopi mirip dengan alergi yang disebabkan oleh alergi makanan lainnya, sebagai contoh:
- Mulut, lidah, atau bibir gatal
- Bibir atau lidah bengkak
- Gatal-gatal
Baca juga: Perbedaan Kopi dan Teh: Tingkat Kafein dan Antioksidan
Mengutip Healthline, gejala-gejala alergi kafein kopi dapat dimulai segera setelah mengonsumsi kafein, atau berkembang beberapa jam setelah terpapar.
Tetapi gejala-gejala ini bersifat jangka pendek dan biasanya sembuh dalam waktu seminggu.
Alergi kafein yang parah juga dapat menghasilkan gejala anafilaksis.
Baca juga: Sejarah Kopi Luwak di Indonesia,Termasuk Kopi Termahal di Dunia
Gejala anafilaksis meliputi:
- Kesulitan bernapas karena tenggorokan atau lidah bengkak
- Mengi
- Batuk
Penyebab Alergi Kafein
Gejala sensitivitas kafein dipicu oleh aliran adrenalin yang tiba-tiba.
Orang dengan intoleransi kafein memetabolisme kafein secara perlahan.
Baca juga: 8 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, dari Rasa, Kandungan Kafein hingga Harganya
Alergi kafein berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menganggap kafein sebagai penyerbu berbahaya.
Sistem kekebalan menghasilkan antibodi imunoglobulin E.
Antibodi kemudian bergerak ke sel Anda, menyebabkan gejala alergi.
Cara Cegah Alergi Kafein
Hindari produk yang mengandung kafein, seperti:
- Kopi (bahkan kopi tanpa kafein tidak sepenuhnya bebas kafein)
- Teh
- Minuman ringan
- Cokelat
- Makanan penutup beku
- Minuman berenergi
- Suplemen vitamin
- Obat-obatan yang dijual bebas seperti Excedrin Migraine
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan