Tribun Kesehatan

Pemerintah Ingatkan Kondisi Kesehatan Anak Bisa Rawan Jika Tidak Imunisasi Lengkap

Pemerintah mengatakan jika kondisi kesehatan anak bisa rawan jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
zoom-in Pemerintah Ingatkan Kondisi Kesehatan Anak Bisa Rawan Jika Tidak Imunisasi Lengkap
HO
(Ilustrasi imunisasi) Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika kondisi kesehatan anak bisa rawan jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika kondisi kesehatan anak bisa rawan jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap

"Kalau sampai terlewatkan imunisasi dasar rutin yang memang harus diberikan, tentu tidak dapat mencegah penyakit tersebut. Padahal bisa dicegah dengan imunisasi, tapi malah menginfeksi anak-anak," ungkapnya pada talkshow virtual, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Kemenkes Kejar Cakupan Imunisasi yang Tertinggal Selama Pandemi Lewat BIAN

Padahal beberapa penyakit yang telah tersedia imunisasinya seperti, TBC, Campak, Rubella, Hepatitis B dan sebagainya terhitung berbahaya. Okeh karenanya perlu dilakukan percepatan imunisasi pada anak-anak.

"Pandemi menurunkan cakupan imunisasi dasar lengkap anak. Setidaknya lebih 1,7 juta bayi di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam periode singkat.Maka harus diberikan imunisasi kejar dan tambahan," tegasnya. 

Jika tidak dikejar, maka akan ada kesenjangan imunitas. Yang nantinya dapat menyebabkan terjadinya kenaikan kasus dari berbagai penyakit. 

Baca juga: Ikatan Dokter Anak Indonesia: ASI Jadi Imunisasi Pertama bagi Bayi

Di sisi lain, dampak jangka panjang pun bisa ditimbulkan dari cakupan imunisasi yang tidak tercapai ini. Di antaranya seperti kejadian luar biasa (KLB). Bukan tidak mungkin bisa muncul wabah di tengah pandemi. 

"Beban jadi ganda. Sudah sibuk Covid-19, sampai terpaksa melawan penyakit berbahaya lainnya. Makanya bagi orangtua, silakan cek imunisasi apa yang terlewat," pungkas Reisa. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas