Tribun Kesehatan

Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022: Pentingnya Pengobatan yang Aman bagi Setiap Pasien

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022 atau World Patient Safety Day (WPSD) tanggal 16 September 2022, mengangkat tema Medication Safety.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022: Pentingnya Pengobatan yang Aman bagi Setiap Pasien
AFP/ASAAD NIAZI
Ilustrasi pasen nmenerima perawatan.Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022 atau World Patient Safety Day (WPSD) tanggal 16 September 2022, mengangkat tema Medication Safety. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022 atau World Patient Safety Day (WPSD) tanggal 16 September 2022, mengangkat tema Medication Safety.

Praktik pengobatan yang tidak aman (unsafe practice) dan kesalahan dalam pemberian pengobatan (medication error) merupakan salah satu penyebab insiden keselamatan pasien dan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar tidak hanya sisi kesehatan pasien namun juga pembiayaan.

Baca juga: Kemenkes: Pasien Suspek di Tasikmalaya Negatif Cacar Monyet

Berdasarkan data WHO, medication error dapat menghabiskan pembiayaan hingga 42 juta dollar setiap tahunnya. Padahal, biaya ini dapat dihindari dengan meningkatkan penggunaan obat-obatan yang aman baik oleh tenaga kesehatan maupun pasien.

“Peringatan ini untuk memastikan tenaga kesehatan dan pasien telah memahami obat dan efek sampingnya, pemberian obat sudah sesuai dengan 5 benar (identitas pasien, nama obat, cara pemberian obat, dosis dan waktu pemberian obat), serta memastikan pasien memahami penjelasan yang diberikan tenaga kesehatan,” kata Ketua Tim Kerja Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Irna Lidiawati, MARS, dikutip dari laman sehatnegeriku.

Ia menjelaskan, penggunaan obat yang tidak sesuai dengan dosis dan peruntukannya berisiko tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan baru.

Diantaranya masalah kekebalan atau resistensi antimikroba.

“Minum obat berbeda dengan makan permen yang bisa kapan saja. Tetapi ada aturannya untuk mencegah supaya tidak terjadi suatu efek yang merugikan pasien seperti timbulnya penyakit-penyakit kronis yang mungkin diakibatkan dari keseringan minum salah satu jenis obat. Ini harus kita cegah, dengan cara minum obat dengan baik dan benar,” lanjut dr. Irna.

Baca juga: Mantan DJ Kiki Hendrawan Viral karena Obati Syaraf Kejepit, Kini Lelah dan Batasi Jumlah Pasien

Banyaknya masalah dalam penggunaan obat oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan akibat dari minimnya pengetahuan dan informasi tentang penggunaan obat secara benar, telah mendorong Kemenkes untuk merumuskan strategi dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien, yakni menerbitkan aturan tentang keselamatan pasien dan membentuk Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP) dengan Keputusan Menkes Nomor 503 Tahun 2020.

Kemenkes juga mengembangkan Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien Nasional di https://mutufasyankes.kemkes.go.id.

Sistem tersebut memuat rekomendasi untuk pembelajaran bagi fasilitas pelayanan kesehatan secara nasional agar insiden tersebut dapat dicegah kesalahan pengobatan tidak terulang.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas