Tribun Kesehatan

Kanker Prostat Jadi Ancaman Para Pria, Kenali Gejala, Komplikasi, dan Penanganannya!

Kanker prostat disebut sebagai salah satu dari 5 jenis kanker terbanyak yang dialami oleh pria.

zoom-in Kanker Prostat Jadi Ancaman Para Pria, Kenali Gejala, Komplikasi, dan Penanganannya!
Shutterstock
Ilustrasi kanker prostat. 

TRIBUNNEWS.COM - Kanker prostat bisa dibilang adalah salah satu jenis penyakit kanker yang tak asing lagi di telinga masyarakat. Kanker prostat disebut sebagai salah satu dari 5 jenis kanker terbanyak yang dialami oleh pria.

Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria. Prostat bekerja menghasilkan cairan mani yang berfungsi untuk memelihara dan mengangkut sperma yang terletak di bawah kandung kemih.

Namun, apa sebenarnya hal yang menyebabkan terjadinya kanker prostat? Lalu, seperti apa cara penanganan yang tepat untuk jenis penyakit kanker ini? Untuk mengetahui hal tersebut, Anda dapat mencari tahu tentang faktor risiko dari kanker prostat terlebih dahulu.

Ternyata, terdapat berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat.  Yang pertama adalah usia. Umumnya, seseorang dapat mengalami pembesaran prostat yang bersifat jinak dikarenakan faktor usia.

Namun dalam kondisi tertentu, pembesaran prostat juga dapat menjadi kanker yang bersifat ganas. Seiring bertambahnya usia, risiko bagi pria untuk terkena kanker prostat pun kian meningkat. Pria yang berada di usia 50 tahun ke atas akan lebih rentan terhadap jenis penyakit ini.

Riwayat keluarga juga dapat memengaruhi risiko kanker prostat. Jika keluarga sedarah seperti orang tua, saudara kandung, atau anak menderita kanker prostat, maka kemungkinan bagi seseorang untuk mengidap penyakit yang sama pun akan lebih besar.

Yang selanjutnya adalah gaya hidup. Gaya hidup kerap kali menjadi salah satu faktor yang memicu berbagai jenis penyakit, termasuk juga penyakit kanker. Orang yang mengalami obesitas serta merokok juga memiliki risiko kanker prostat yang lebih tinggi.

Ras pun disebut sebagai salah satu faktor yang juga dapat memicu jenis penyakit kanker ini. Orang kulit hitam dan Afro Amerika memiliki risiko kanker prostat yang lebih besar dibanding dengan ras lain. Melansir situs resmi zerocancer, terdapat satu dari tujuh pria kulit hitam yang mengidap kanker prostat dalam masa hidupnya.

Gejala dan komplikasi kanker prostat

Setelah mengetahui faktor risiko dari kanker prostat, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dari jenis penyakit kanker ini.

Pada tahap awal, kanker prostat tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Jenis kanker ini akan tumbuh perlahan dan terbatas pada kelenjar prostat serta tidak menyebabkan kerusakan serius.

Namun saat telah memasuki tahap lanjut, penyakit ini dapat tumbuh agresif dan menyebar dengan cepat ke organ sekitar maupun organ lain yang terletak jauh dari prostat.

Ketika berada di tahap lanjut, kanker prostat akan menyebabkan tanda dan gejala yang meliputi kesulitan buang air kecil, penurunan pancaran aliran urin, darah dalam urin, serta darah dalam air mani.

Disfungsi ereksi merupakan salah satu gejala lain dari kanker prostat. Selain itu, penderita kanker prostat yang berada di tahap lanjut juga merasakan gejala nyeri tulang dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Selain gejala-gejala di atas, kanker prostat akan menyebabkan berbagai jenis komplikasi pada penderitanya.  Salah satunya adalah retensi urin atau tidak bisa buang air kecil.

Kanker prostat pun dapat bermetastasis atau menyebar ke organ terdekat, seperti vesikula seminalis, kandung kemih, kelenjar getah bening sekitar, atau melalui aliran darah/sistem limfatik ke tulang, liver, paru, dan otak.

Lebih lanjut, kanker prostat juga dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan fungsi ginjal.

Deteksi dini dan tindakan lanjut untuk kanker prostat

Meski dengan jumlah penderita yang tinggi, penyebab pasti dari penyakit kanker, termasuk kanker prostat, masih belum diketahui hingga sekarang.

Oleh karena itu setiap pria perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker prostat dengan melakukan deteksi dini. Hal ini dapat dilakukan melalui skrining kesehatan organ prostat dan saluran kemih secara berkala serta berkonsultasi dengan dokter jika merasa memiliki risiko kanker prostat yang sangat tinggi.

Deteksi dini merupakan tindakan yang krusial karena kanker prostat yang masih terbatas pada kelenjar prostat akan lebih mudah dalam penatalaksanaannya dan memiliki kemungkinan sembuh yang lebih tinggi.

Sebagai tindakan lanjut, Anda juga dapat melakukan biopsi prostat. Biopsi adalah pemeriksaan baku emas atau gold standard dalam menentukan keganasan prostat atau organ lainnya. Prosedur biopsi prostat adalah tindakan pengambilan sampel jaringan dari kelenjar prostat untuk memastikan ada tidaknya keganasan.

Ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa Anda memerlukan tindakan biopsi kelenjar prostat. Yang pertama adalah kadar PSA tinggi yang ditemukan pada saat pemeriksaan lab (deteksi dini).

Kedua, pemeriksaan fisik digital rectal examination (DRE) yang dilakukan dokter menunjukkan hasil abnormal. Lalu, terdapat kelainan pada hasil MRI dan skor PIRADS lebih dari sama dengan 3.

Jika pemeriksaan biopsi sebelumnya negatif namun riwayat kadar PSA meningkat secara persisten, maka Anda juga akan memerlukan tindakan biopsi kelenjar prostat.

Prosedur biopsi dapat dilakukan dengan one day care, di mana pasien diizinkan pulang pada hari yang sama setelah pulih dari efek anestesi. Biopsi prostat dilakukan oleh dokter spesialis urologi. Prosedur ini sebaiknya dilakukan di ruang operasi rumah sakit untuk mengurangi rasa nyeri pasien dan mencegah komplikasi.

Metode biopsi prostat

Biopsi prostat dapat dilakukan lewat dua metode yang berbeda. Metode pertama adalah metode biospi konvensional yang menggunakan panduan USG transrectal (TRUS).

Kedua, yaitu metode “Robot Targeted MRI-US Fusion Biopsy” atau biopsi prostat robotik adalah metode pengambilan sampel lesi target pada jaringan prostat secara minimal invasif. Metode ini memiliki akurasi yang lebih tinggi dalam mendeteksi kanker prostat karena menggunakan teknologi terkini yaitu robot.

Metode biopsi prostat robotik mengombinasikan pencitraan MRI dan Ultrasonografi/USG secara bersamaan, sehingga dapat meminimalisir risiko kegagalan, pemeriksaan biopsi berulang, nyeri, dan infeksi.

Pasien yang memilih metode Biopsi Prostat Robotik akan melakukan konsultasi dan pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis urologi terlebih dahulu. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan MRI untuk menentukan lokasi lesi yang dicurigai keganasan.

Laparoskopi 3D/4K untuk penanganan kanker prostat

Laparoskopi adalah prosedur yang biasa dilakukan pada bidang urologi atau yang berkaitan dengan saluran kemih, seperti untuk operasi kista dan rekonstruksi saluran kencing, terutama operasi kanker pada ginjal, prostat dan kandung kemih.

Untuk penanganan di tahap selanjutnya, prosedur laparoskopi dengan teknologi 3 Dimensi dengan ketajaman 4K (ultra HD) atau laparoskopi 3D/4K dapat menjadi pilihan yang tepat bagi penderita kanker prostat.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengidap kanker prostat, Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah menghadirkan laparoskopi dengan teknologi terbaru 3D/4K tersebut.

Dokter Syamsu Hudaya, Sp.U (K), Spesialis Urologi Konsultan Onkologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan keunggulan dari metode laparoskopi 3D/4K untuk penderita kanker prostat.

“Pada kanker prostat dan ginjal yang cukup tinggi kejadiannya di Indonesia, kami berpengalaman melakukan operasi minimal invasive dengan laparoskopi 3D/4K. Studi untuk kasus-kasus bedah urologi memang sudah membuktikan bahwa semakin advanced alat laparoskopnya, contohnya 2D versus 3D, maka outcome klinis untuk pasiennya juga lebih baik,” ujarnya.

“Pada kasus pengangkatan kelenjar prostat menggunakan laparoskopi yang 3D, waktu operasinya lebih singkat dan kehilangan darahnya juga lebih sedikit. Pasiennya juga lebih cepat pulih kemampuan BAK-nya,” jelasnya.

Dengan keahlian dokter spesialis yang berpengalaman serta serangkaian alat yang canggih, Mayapada Hospital menghadirkan metode Laparoskopi 3D/4K bagi para pasien penderita kanker prostat yang menginginkan manfaat dan penanganan yang terbaik bagi penyakit mereka.

Lewat Tahir Uro-nephrology Center dan Oncology Center, Mayapada Hospital pun menyediakan layanan komprehensif dalam penanganan keganasan prostat, ginjal, dan aluran kemih serta kanker lainnya.

Dengan peralatan terkini serta kolaborasi multi-spesialisasi dokter, Mayapada Hospital siap untuk memberikan deteksi dini, diagnosis, terapi tindakan bedah, kemoterapi, imunoterapi dan radioterapi, hingga rehabilitasi medis saat proses penyembuhan bagi para pasien.

Adapun Tahir uro-nephrology Center Mayapada Hospital didukung oleh team dokter yang berkompentesi dan professional di bidangnya :

-Unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan: dr. Syamsu Hudaya, Sp.U ( K ), dr. Akbari Wahyudi Kusumah SpU, dan dr. Firdianto Sp. U

-Unit Mayapada Hospital Kuningan: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U, FICS, dr. Robertus Bebet Prasetyo, Sp.U, dr. Fatan Abshari, Sp.U

-Unit Mayapada Hospital Surabaya: dr. Satrya Husada, Sp.U, dr. Prasastha Dedika Utama, Sp.U, dr. Aditya Pramanta, Sp.U

Untuk itu, pasien bisa segera mendatangi Rumah Sakit Mayapada terdekat atau mengunjungi web resmi Rumah Sakit Mayapada di sini untuk bisa sesi konsultasi dengan dokter terkait demi informasi yang lebih valid.

Jika Anda merasakan gejala dari kanker prostat seperti yang disebutkan di atas, jangan lagi menunda-nunda! Segera lakukan deteksi dini dan dapatkan penanganan terbaik dari Mayapada Hospital. Anda juga dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli dari Mayapada Hospital dengan mengunjungi link ini.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas