Kenali Tiga Dampak Kesehatan Jika Konsumsi MSG Berlebihan
MSG atau mecin ini sering ditambahkan ke makanan karena menghasilkan rasa gurih yang mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan penyedap atau penguat rasa dalam masakan sehari-hari sudah jadi kebiasaan.
MSG atau monosodium glutamat sering dipakai agar masakan lebih nikmat dan menggugah selera.
MSG atau mecin ini sering ditambahkan ke makanan karena menghasilkan rasa gurih yang mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami oleh bahan makanan segar, seperti tomat, asparagus, keju, susu, ikan, dan daging.
Pada dasarnya MSG adalah bahan penyedap rasa yang aman dan berguna untuk makanan. Akan tetapi, MSG tidak boleh dikonsumsi berlebihan.
Mengutip dari mayoclinic.com pada Selasa (19/9/2022), penggunaan MSG sampai kini masih diperdebatkan, sehingga membuatnya harus dicantumkan pada label makanan.
Baca juga: Manfaat dan Peran Penting MSG bagi Tumbuh Kembang Anak, Bantu Pencernaan dan Kontrol Nafsu Makan
Ada beberapa dampak kesehatan yang ditimbulkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG.
1. Sakit kepala
Pernahkah merasa sakit kepala yang serasa menusuk setelah mengonsumsi makanan tertentu? Bisa jadi penyebabnya adalah makan makanan yang terlalu banyak mengandung MSG.
Konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu pelebaran pembuluh darah.
Proses pelebaran pembuluh darah ini dapat berpengaruh pada aktivitas-aktivitas yang tidak normal pada saraf-saraf otak.
Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron). Padahal, neuron berperan sangat penting untuk menjalankan fungsi otak.
2. Kenaikan tekanan darah
Tak hanya itu, kandungan asam glutamat pada MSG juga bisa membuat pembuluh darah menyempit dan melebar.
Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan.
Sehingga, tekanan darah akan cenderung lebih tinggi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG secara berlebihan.
3. Berat badan cenderung bertambah
Rasa gurih dan umami yang kuat karena penambahan MSG dalam suatu makanan cenderung meningkatkan selera makan.
Hal ini bisa saja memicu untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, berat badan bisa berpeluang untuk bertambah.
Sementara kelebihan MSG pada anak juga menunjukkan gejala yang serupa dengan orang dewasa pada tingkat prevalensi yang hampir sama.
Anak dapat berpeluang mengalami gejala neurologis akibat konsumsi MSG yang berlebihan. Gejala neurologis ini dapat berupa sakit kepala atau kenaikan tekanan darah.
Kondisi inilah yang bisa membuat sebagian anak sulit berkonsentrasi karena rasa sakit kepala yang dialaminya.
Apa yang Harus Dilakukan?
Penting untuk diketahui bahwa MSG tidak selalu menjadi penyebab langsung berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas.
Ada jumlah maksimal MSG yang dapat dikonsumsi oleh setiap orang menurut WHO adalah 6 gram per hari.
Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia jumlah maksimal MSG yang boleh dikonsumsi adalah sebesar 5 gram per hari.
Jika ingin mencoba beralih pada makanan non MSG, Anda dapat menggantikan penggunaan MSG dengan kaldu nabati atau hewani.
Mencegah efek samping MSG
Satu-satunya cara ampuh untuk mencegah efek samping dari bahaya MSG adalah mengurangi konsumsi micin atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.
Jika sedang makan di restoran atau di pinggir jalan, mintalah kepada penjual atau pramusaji untuk mengolah makanan yang pesan tanpa micin.
Bila tidak bisa lepas dari mie instan, pilihlah varian yang tanpa MSG, dan jika ingin membuat goreng-gorengan, bisa menggunakan tepung tanpa micin yang mengandung zat besi, serat pangan, vitamin B2, B9, dan zinc (seng).
Pastikan selalu memeriksa label komposisi bahan dan nutrisi yang ada pada kemasan sebelum membelinya.
MSG sering dicantumkan dengan nama lain seperti monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, MSG monohydrate, atau monosodium salt.
Dengan lebih cermat memilih, tetap bisa menikmati makanan lezat yang sehat bergizi tanpa perlu khawatir akan efek samping konsumsi MSG yang berlebihan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.