Tribun Kesehatan

Kemenkes Terima Hibah VTM dari Jepang dalam Perkuat Pengendalian Virus Covid-19 dan Penyakit Lain

VTM akan digunakan untuk memperkuat laboratorium surveilans pencegahan dan pengendalian penyakit di Indonesia

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Kemenkes Terima Hibah VTM dari Jepang dalam Perkuat Pengendalian Virus Covid-19 dan Penyakit Lain
Kemenkes
Sebanyak 260 ribu viral transport media (VTM) diterima Kementerian Kesehatan RI (RI) di gedung Kemenkes, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima 260 ribu viral transport media (VTM) dari Badan Kerjasama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA).

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Kemenkes, Jakarta, pada Senin (26/9/2022).

VTM akan digunakan untuk memperkuat laboratorium surveilans pencegahan dan pengendalian penyakit di Indonesia. Termasuk pemeriksaan kasus suspek dan kontak erat pada saat screening di 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Atasi Kelangkaan, Kemenkes Bakal Relokasi Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umrah

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto mengatakan, VTM akan digunakan untuk mendukung pelacakan, pengetesan, dan perawatan bukan hanya dalam penanggulangan Covid-19 tetapi untuk penyakit lainnya.

Sehingga bantuan VTM ini sangat berarti untuk Indonesia.

“Terkait bantuan VTM dari JICA ini akan kita distribusikan ke propinsi dan kabupaten/kota dan dapat dimanfaatkan oleh tim surveilans pencegahan dan pengendalian penyakit di masing-masing provinsi, kabupaten/kota bahkan di fasyankes seperti RS dan Puskesmas. Semoga VTM yang terdistribusi ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh teman-teman laboratorium di daerah dan memberikan manfaat untuk masyarakat di Indonesia,” ujar dr. Farchanny dalam keterangannya.

Hibah bahan habis pakai ini yang merupakan bagian dari Penanggulangan Covid-19 guna akan digunakan untuk pemeriksaan lanjutan seperti whole genome sequencing.

Lebih lanjut dr. Farchanny menyampaikan tidak menutup kemungkinan, kedepannya VTM ini Selain untuk pemeriksaan COVID-19, juga akan dimaanfaatkan untuk pemeriksaan virus monkeypox ataupun berbagai potensi penyakit menular lainnya.

Perwakilan JICA Indonesia Yu Nakahira mengatakan hibah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan JICA dalam penanganan Covid-19, terutama di negara berkembang.

“JICA akan terus mendukung penguatan kapasitas negara mitra pembangunan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit termasuk Covid-19, dan berupaya memastikan akses yang adil dan merata untuk semua,” ucap Nakahira, Project Formulation Advisor Kantor Perwakilan JICA Indonesia.

Harapannya hibah VTM ini akan berdampak pada kegiatan pelacakan kontak COVID-19 yang lebih efisien. Penyediaan bahan habis pakai ini akan mendukung seluruh unit laboratorium di tingkat nasional dan daerah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas