Tribun Kesehatan

Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Capai 99 Orang, DKI Jakarta Terbanyak

Kementerian Kesehatan melaporkan, per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB, total kasus Hepatitis Akut di Indonesia menjadi 99 kasus.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Capai 99 Orang, DKI Jakarta Terbanyak
freepik
anti-HBc, tes darah untuk Hepatitis B. Kementerian Kesehatan melaporkan, per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB, total kasus Hepatitis Akut di Indonesia menjadi 99 kasus. DKI Jakarta menyumbang kenaikan kasus probable terbanyak dengan 13 kasus, disusul Yogyakarta dan Sumatera Utara dengan 3 kasus. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan melaporkan, per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB, kasus probable Hepatitis Akut bertambah 3 kasus sehingga totalnya menjadi 38 orang.

Sementara itu kasus pending bertambah 5 orang total 12 orang, dan kasus discarded tetap di 49 kasus.

Baca juga: Mengenal HBsAg, Tes Darah Hepatitis B dan Tes Tambahan untuk Hepatitis B Akut

Dengan demikian total kasus Hepatitis Akut di Indonesia menjadi 99 kasus.

"Akumulasi kasus tersebar di 22 provinsi. Sementara 12 provinsi lainnya belum melaporkan adanya temuan kasus Hepatitis Akut," kata Juru Bicara Covid-19, dr Mohammad Syahril SpP MPH.

DKI Jakarta menyumbang kenaikan kasus probable terbanyak dengan 13 kasus, disusul Yogyakarta dan Sumatera Utara dengan 3 kasus.

Selanjutnya ada Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat dengan 2 kasus.

Lebih lanjut, terkait dengan kondisi pasien, dr Syahril merinci dari 50 kasus yang terkonfirmasi 17 pasien dinyatakan meninggal, 5 pasien tengah menjalani rawat inap, 24 pasien telah dinyatakan sembuh dan telah pulang, kemudian 4 pasien saat ini menjalani rawat jalan.

Meski demikian masih ada potensi penularan Hepatitis Akut di masyarakat.

Baca juga: Menkes: Mencegah Hepatitis Lebih Murah daripada Mengobatinya

Untuk itu perlu kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol Kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak fisik dengan orang lain mutlak harus dilaksanakan agar terhindar dari penularan Hepatitis Akut.

"Cara inilah yang bisa kita pakai untuk memutus rantai penularan, kita menjadi subyek dan obyek perubahan perilaku yang lebih sehat, kita harus produktif tapi mempersyaratkan harus aman dari penularan penyakit menular termasuk Hepatitis Akut," pesan dr Syahril.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas