Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jangan Anggap Remeh, Obesitas Merupakan Penyakit yang Dapat Picu Komplikasi

Sebagian masyarakat menganggap obesitas bukan penyakit. Bahkan anak-anak yang gemuk terlihat lucu dan menggemaskan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jangan Anggap Remeh, Obesitas Merupakan Penyakit yang Dapat Picu Komplikasi
Shutterstock
Makin bertambahnya berat badan, maka makin bertambah pula risiko penyakit kardiovaskular karena kolesterol tinggi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagian masyarakat menganggap obesitas bukan penyakit.

Bahkan anak-anak yang gemuk terlihat lucu dan menggemaskan.

Padahal obesitas merupakan penyakit dan dapat memicu komplikasi.

Baca juga: Separuh Populasi Dunia Diprediksi Akan Alami Obesitas Pada 2035

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS

“Obesitas merupakan masalah global, sekitar 2 miliar penduduk dunia dan mengancam kesehatan masyarakat termasuk di Indonesia. Pada tahun 2030 itu diperkirakan 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria akan hidup dengan obesitas,” ujar Dirjen dr. Maxi pada konferensi pers Hari Obesitas Sedunia 2023, Senin (6/3/2023).

Lebih lanjut ia mengungkapkan jika obesitas menjadi faktor risiko terhadap penyakit-penyakit tidak menular.

Rekomendasi Untuk Anda

Di antara lain diabetes, jantung, kanker, hipertensi, penyakit metabolik dan non metabolik lainnya, serta berkontribusi sebagai penyebab kematian tertinggi.

Baca juga: Obesitas di Indonesia Meningkat Hingga Dua kali Lipat Dalam 10 Tahun Terakhir

Obesitas sendiri adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan.

Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi.

Sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas (UCLA)

Gejala klinis yang dijumpai mulai dari bagian atas tubuh yaitu pada kepala wajah bulat, pipi tembem, dagu rangkap.

Pada leher tampak pendek dan terdapat bercak kehitaman di belakang leher, perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.

Obesitas digolongkan penyakit yang perlu intervensi secara komprehensif.

Selain memberikan dampak terhadap penyakit tidak menular obesitas juga berdampak kerugian ekonomi yang dipicu oleh biaya perawatan yang tinggi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas