Perang di Gaza Masih Berlanjut, Ada Dua Ancaman Kesehatan yang Mengintai
Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mencatat sebanyak 10.812 korban tewas.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Perang Hamas vs Israel masih berlanjut hingga sekarang.
Banyak kehilangan dan kerusakan yang dirasakan oleh masyarakat di Palestina, termasuk Gaza.
Baca juga: Satu Anak Terbunuh Setiap 10 Menit di Gaza, Layanan Kesehatan Primer Lumpuh
Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mencatat sebanyak 10.812 korban tewas.
Termasuk 4.412 anak-anak dan 2.918 wanita, dan luka-luka 26.905 orang, termasuk 8.663 anak dan 6.327 wanita di Jalur Gaza.
Selama situasi perang yang masih terjadi hingga saat ini, akan ada dua ancaman kesehatan yang mengintai.
Baca juga: Ngerinya Bombardir Israel ke Rumah Sakit di Gaza, PBB: Jika Ada Neraka di Dunia, Maka Itu di Gaza
Hal ini Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Sarbini Abdul Murad.
Pertama adalah infeksi. Hal ini dikarenakan situasi rumah sakit di Gaza cukup buruk.
"Yang pasti infeksi. Obat antibiotik tidak ade kuat, jarum suntik digunakan berkali-kali, sekarang (pun) sudah mengalami infeksi," ungkapnya pada media briefing virtual, Sabtu (11/11/2023).
Kedua, risiko terjadinya kolera.
Kolera adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae.
Mereka yang mengindapnga bisa mengalami gejala diare parah dan dehidrasi.
Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Kolera sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di kawasan penduduk tanpa sanitasi layak
"Mudah-mudahan tidak terjadi, kolera. Menumpuknya pengungsi, Mandi, Cuci, Kakus (MCK) masalah untuk buang air besar (BAK). Ini dikhawatirkan akan kolera. Mudah-mudahan tidak terjadi,"tutupnya.