Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Deteksi Dini Masalah Panggul pada Ibu Hamil Penting untuk Cegah Dampak Serius

Masalah kelemahan otot panggul pada perempuan tidak boleh dianggap sepele.  Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai ganggua panggul yang negatif.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Deteksi Dini Masalah Panggul pada Ibu Hamil Penting untuk Cegah Dampak Serius
Freepik.com
Ilustrasi ibu hamil. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNWS.COM, JAKARTA - Masalah kelemahan otot panggul pada perempuan tidak boleh dianggap sepele. 

Prof. Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), menjelaskan kehamilan dapat menjadi salah satu penyebab melemahnya otot panggul.

Baca juga: Apakah Artificial Intelligence Bisa Deteksi Gangguan Otot Dasar Panggul? Begini Penjelasan Ahli

Jika tidak terdeteksi sejak awal, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gangguan pada area panggul yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup perempuan.

"Hamil saja sudah menyebabkan kekenduran dan kelemahan dari otot dasar panggul. Itu terjadi kekenduran panggul antara 7,5 persen dari orang hamil," kata dr. Budi di RS YPK Mandiri, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lebih lanjut, dr. Budi menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kondisi memburuk setelah melahirkan.

"Kalau dibiarkan saja kita enggak tahu. Ada perempuan yang habis melahirkan tidak kunjung sembuh. Jadi dari awal perlu deteksi dini masalah panggul pada ibu hamil. Itu hasilnya akan lebih baik," ungkapnya.

Beragam Faktor Penyebab dan Dampak Kelemahan Otot Panggul

Rekomendasi Untuk Anda

Kelemahan otot panggul bisa disebabkan oleh berbagai hal, baik alamiah maupun gaya hidup. 

Secara alamiah, kehamilan, proses persalinan, menopause, dan penuaan dapat memicu melemahnya otot panggul

 

Sementara itu, gaya hidup seperti kurang olahraga, obesitas, dan konstipasi kronis juga turut berkontribusi.

Faktor medis seperti operasi, cedera panggul, serta penyakit tertentu seperti diabetes, stroke, atau multiple sclerosis juga berisiko memperburuk kondisi ini. 

Selain itu, kurangnya latihan otot panggul dan faktor genetik turut memengaruhi kekuatan otot tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas