Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Benarkah Kelelahan hingga Stres Jadi Penyebab Kematian Mendadak? Ini Kata Dokter

Terkait hal ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, Sp.JP memberi penjelasan. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Benarkah Kelelahan hingga Stres Jadi Penyebab Kematian Mendadak? Ini Kata Dokter
Warta Kota
ILUSTRASI JENAZAH. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini muncul kasus kematian mendadak yang dialami oleh tokoh masyarakat di pemberitaan. 

Kematian mendadak ini dialami oleh dua tokoh partai politik dari PDIP dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Keduanya diketahui meninggal saat menghadiri kegiatan serupa, yakni halal bihalal bersama masyarakat.

Soal kematian mendadak ini, banyak yang mengaitkan kelelahan hingga stres sebagai penyebabnya. Benarkah demikian? 

Baca juga: Sebab Kematian Mendadak Menurut Dokter Spesialis Jantung

Terkait hal ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, Sp.JP memberi penjelasan. 

Menurutnya, kelelahan dan stres bisa menjadi faktor pendukung, bulan risiko langsung. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah jadi kalau kita lihat, bukan stresnya yang menjadi penyebab awal, tapi tetap faktor resikonya dulu," ungkapnya pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (5/5/2025). 

Menurut dr Jibril, faktor resiko lebih awal bermula dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi.

Ditambah dengan mengonsumsi makan yang tidak terkontrol. Akhirnya terjadi sumbatan pembuluh darah.

"Biasanya sumbatan pembuluh darah itu kan enggak kerasa di kita. Kayak selang, kalau belum mampet tidak terasa. Ketika sumbatan pembuluh darah sudah menutup lebih dari 70 persen, nah itu kayak faktor stres, tekanan, pekerjaan, itu akan sangat berpengaruh," paparnya. 

Begitu juga saat saat stres. Ketika stres, ada tekanan dari dalam yang membuat pembuluh darah menjadi mengecil. 

Jika pembuluh darah tersumbat hingga 80 persen, tiba-tiba orang tersebut stres marah atau emosi yang meledak-ledak, kemungkinan besar pembuluh darah tersebut akan tertutup sepenuhnya. 

"Jadi memang kayak faktor stres dan sebagainya memang menjadi faktor resiko. Tapi bukan yang utama," tutupnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas