Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sakit Maag Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Usus Besar, Segera Periksa ke Dokter

Jika mengalami keluhan maag yang menetap, sulit buang air besar, atau ada perubahan kebiasaan buang air besar sebaiknya jangan abaikan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
zoom-in Sakit Maag Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Usus Besar, Segera Periksa ke Dokter
Shutterstock
SAKIT MAAG TANDA KANKER - Ilustrasi Sakit Maag. Keluhan sakit maag sering dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa diatasi dengan obat lambung biasa. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa nyeri di lambung juga bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan di bagian bawah seperti usus besar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluhan sakit maag sering dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa diatasi dengan obat lambung biasa. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa nyeri di lambung juga bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan di bagian bawah seperti usus besar.

Baca juga: Gejala Hampir Mirip dengan Sakit Maag, Ini yang Dilakukan Saat Alami Serangan Jantung

Bahkan, keluhan sakit maag yang dianggap biasa, bisa jadi tanda adanya kanker usus besar. Lebih lanjut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah – Puri Indah, dr Imelda Maria Loho, Sp. P. D. Subps. G.E.H (K), FINASIM menjelaskan kenapa kanker usus besar bisa menunjukkan tanda seperti sakit maag.

Dr Imelda menyampaikan jika saluran cerna manusia adalah satu sistem yang saling terhubung. Artinya, gangguan di satu bagian bisa berdampak pada bagian lainnya termasuk menyebabkan gejala yang menyerupai maag.

“Bayangkan itu dari mulut sampai atas itu satu kesatuan. Jadi kalau misalnya ada masalah di bawah, pasti atasnya juga berasa,” kata Imelda pada media briefing yang diselenggarakan oleh RS Pondok Indah di Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2025).

Ia mencontohkan, seseorang yang mengalami sembelit atau tidak buang air besar selama beberapa hari bisa merasakan perut penuh, begah, hingga mual di bagian atas perut.  Gejala seperti ini kerap disalahartikan sebagai sakit maag, padahal bisa saja sumber masalahnya ada di usus besar.

Masyarakat Indonesia cenderung terbiasa menahan sakit dan tetap bekerja seperti biasa. Bahkan saat sakit maag tidak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat, banyak yang tidak segera memeriksakan diri ke dokter.

"Begitu obat maag itu kayaknya tidak mempan. Mungkin beberapa hari minum tidak membaik, itu harusnya kita langsung berobat," kata dr Imelda.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengingatkan bahwa maag yang tidak kunjung sembuh bisa jadi bukan hanya soal asam lambung, tetapi gejala dari gangguan pencernaan lain yang lebih serius termasuk polip di usus besar. Polip sendiri merupakan lesi prakanker yang dapat berkembang menjadi kanker kolorektal. Gejalanya tidak spesifik bahkan sering kali tidak terasa sama sekali.

Baca juga: Pakar Ungkap Efek Konsumsi Air Tak Sehat, Bisa Sakit Lambung hingga Stunting

Namun pada beberapa kasus polip yang menonjol ke dalam saluran usus bisa menyebabkan perdarahan ringan yang tidak kasat mata.Untuk membedakan apakah maag disebabkan oleh gangguan lambung biasa atau masalah di usus besar, pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan.

Salah satu pemeriksaan utama yang disarankan adalah kolonoskopi.
“Kolonoskopi yang paling bagus,” ujar dr Imelda saat menjelaskan tentang metode deteksi polip.

Sebelum menjalani kolonoskopi, pasien juga bisa melakukan pemeriksaan awal berupa tes darah samar pada feses. Jika hasilnya menunjukkan adanya perdarahan, maka perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan.

Sayangnya, budaya malu dan enggan memeriksa kotoran tubuh masih menjadi tantangan di Indonesia.  “Orang Indonesia kalau periksa kotoran itu juga sederhana. Kayak pasnya jijik begitu kan,”imbuhnya.

Padahal, pemeriksaan feses merupakan langkah sederhana yang bisa mendeteksi tanda awal kanker tanpa harus menunggu munculnya gejala berat.

Baca juga: 10 Tips Puasa bagi Penderita Maag Agar Tak Kambuh

Oleh karena itu, jika mengalami keluhan maag yang menetap, sulit buang air besar, atau ada perubahan kebiasaan buang air besar sebaiknya jangan abaikan.

Bisa jadi itu bukan sekadar gangguan lambung biasa, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada masalah yang lebih serius.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas