Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

WHO Laporkan Tembakau dalam Rokok Sebabkan Lebih dari 7 Juta Kematian Tiap Tahunnya 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan bahwa tembakau masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in WHO Laporkan Tembakau dalam Rokok Sebabkan Lebih dari 7 Juta Kematian Tiap Tahunnya 
Freepik
BAHAYA ROKOK - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan bahwa tembakau masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan bahwa tembakau masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. 

Menurut data terbaru WHO, tembakau membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahunnya, termasuk sekitar 1,6 juta orang bukan perokok yang terpapar asap rokok.

Baca juga: WHO Minta Seluruh Negara Naikkan Pajak Rokok dan Minuman Manis 50 Persen, Biang Epidemi PTM

“Semua bentuk penggunaan tembakau berbahaya, dan tidak ada tingkat paparan tembakau yang aman,” tegas WHO dalam laporan resmi, Senin (7/7/2025).

WHO mencatat, sekitar 80 persen dari 1,3 miliar pengguna tembakau dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Di negara-negara ini, dampak sosial dan ekonomi dari konsumsi tembakau kian terasa. 

Selain menyebabkan kematian, tembakau juga memperparah kemiskinan karena menyedot pengeluaran rumah tangga yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal.

Baca juga: Batuk dan Infeksi Paru Berulang Bisa Jadi Tanda Anak Terpapar Asap Rokok, Ini Penjelasan Dokter

Rekomendasi Untuk Anda

Asap rokok juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat luas. 

WHO menyebut bahwa paparan asap rokok menyebabkan penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan serius, termasuk kanker paru-paru dan penyakit jantung koroner.

“Tidak ada tingkat paparan asap rokok yang aman,” tulis laporan WHO dilansir, Senin (7/7/2025). 

Saat ini, lebih dari sepertiga penduduk dunia di 79 negara telah dilindungi oleh undang-undang bebas asap rokok yang komprehensif.

Selain itu, WHO menekankan pentingnya bantuan berhenti merokok, termasuk konseling dan pengobatan. 

Sayangnya, layanan penghentian komprehensif baru tersedia secara penuh atau sebagian hanya di 31 negara, yang mewakili sepertiga populasi dunia.

Untuk mengurangi permintaan, WHO juga mengampanyekan pendekatan MPOWER—strategi enam pilar untuk menanggulangi epidemi tembakau global. 

Strategi ini telah terbukti menyelamatkan jutaan nyawa dan mengurangi beban ekonomi akibat biaya kesehatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas