Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pasien Diabetes dan Cuci Darah Harus Waspadai Jarum Suntik, Bisa Sebabkan Infeksi Tulang Belakang

Pasien juga perlu memahami risiko penggunaan jarum suntik. Mereka harus berani bertanya dan memastikan jarum yang digunakan dalam kondisi benar steril

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
zoom-in Pasien Diabetes dan Cuci Darah Harus Waspadai Jarum Suntik, Bisa Sebabkan Infeksi Tulang Belakang
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
WASPADA JARUM SUNTIK - Pasien melakukan cuci darah menggunakan mesin cuci darah (hemodialisis) di Ruang Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, Rabu (21/5/2014). Pasien cuci darah wajib mewaspadai jarum suntik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penggunaan jarum suntik masih menjadi bagian penting dalam dunia medis, mulai dari pemberian obat, insulin, hingga prosedur cuci darah. Namun, penggunaan jarum yang tidak tepat atau berulang kali dapat memicu risiko serius berupa infeksi terutama pada bagian tulang belakang.

Baca juga: Cegah Penularan HIV Dokter Sarankan Hindari Seks Bebas dan Penggunaan Jarum Suntik Bekas

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Andra Hendriarto, Sp.OT (K) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Menurutnya, infeksi bisa timbul bukan hanya karena jarum kotor, tetapi juga karena mekanisme masuknya bakteri ke dalam darah saat prosedur medis dilakukan.

“Jadi, ada satu penyakit yaitu infeksi yang memang penyebabnya adalah penggunaan jarum suntik. Jarumnya nggak tahu bersih atau nggak, itu bisa masukkan infeksi langsung dalam darah,” jelas dr Andra pada media briefing yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Kamis(18/9/2025). 

Bakteri yang masuk ke dalam darah melalui jarum suntik, lanjutnya dapat terbawa aliran darah hingga akhirnya menempel di bagian tulang belakang.  Hal inilah yang kemudian menimbulkan infeksi tulang belakang.

“Biasanya nyangkutnya di tulang belakang, jadi menimbulkan infeksi,” katanya.

Infeksi pada tulang belakang tergolong serius karena bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, kelemahan anggota gerak, bahkan kelumpuhan jika tidak ditangani dengan tepat. Selain penggunaan jarum suntik biasa, pasien yang menjalani hemodialisis (cuci darah) juga rentan mengalami infeksi tulang belakang. 

Hal ini disebabkan karena prosedur cuci darah membutuhkan akses jarum berulang kali pada pembuluh darah. Oleh karena itu, penggunaan jarum suntik memang tidak bisa dihindari dalam dunia medis, namun langkah pencegahan harus menjadi prioritas. 

Baca juga: Sebelum Meninggal Hotma Sitompul Alami Ganguan Ginjal hingga Cuci Darah, Ini Cara Pencegahannya

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menggunakan jarum sekali pakai untuk mencegah kontaminasi silang, menjaga kebersihan area suntikan dengan antiseptik, mengawasi pasien berisiko tinggi seperti penderita diabetes yang rutin menggunakan insulin, serta pasien cuci darah dan melakukan pemeriksaan dini bila muncul gejala nyeri punggung, demam, atau kelemahan setelah prosedur medis.

Baca juga: Polisi Tangkap Pedagang Ayam Gelonggongan di Jaksel, Jarum Suntik dan Selang Jadi Barang Bukti

Menurut dr Andra, pasien juga perlu memahami risiko penggunaan jarum suntik. Mereka harus berani bertanya dan memastikan jarum yang digunakan dalam kondisi steril.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko infeksi bisa ditekan seminimal mungkin, sehingga penggunaan jarum suntik tetap aman dan bermanfaat dalam proses pengobatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas