Ahli Epidemiologi Ingatkan Masyarakat Waspada Flu H3N2, Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya
Dr Dicky Budiman mengingatkan masyarakat waspada terhadap gelombang influenza A khususnya subtipe H3N2 yang kini mendominasi di Asia
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ahli kesehatan lingkungan dan peneliti Global Health Security Dr Dicky Budiman mengingatkan masyarakat waspada terhadap gelombang influenza A khususnya subtipe H3N2 yang kini mendominasi di Asia, termasuk Indonesia.
Menurut dia, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis perlu mendapat perhatian khusus.
Virus influenza A H3N2 merupakan subtipe virus influenza A yang menjadi penyebab utama epidemi influenza musiman.
“Ketika ada gelombang yang cukup besar seperti ini ada potensi kematian yang lebih tinggi dan juga rawat inap,” ujar Dicky Budiman kepada Tribunnews.com, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, sebagian besar kasus flu memang bisa sembuh dalam 1–2 minggu.
Baca juga: Lonjakan Penyakit Flu Landa Asia, Virus Influenza H3N2 Dominasi Kasus di Indonesia
Namun, pada pasien berisiko tinggi, infeksi dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, asma kambuh, atau gangguan pernapasan berat.
Gejala seperti demam tinggi yang menetap, sesak nafas, dan penurunan kesadaran harus segera ditangani di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Memahami Fenomena ‘Emotional Flu’ yang Buat Tubuh dan Pikiran Kelelahan hingga Mudah Tersinggung
Dicky mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik saat terkena flu.
“Jangan minta antibiotik untuk flu kecuali dokter memeriksa dan mengonfirmasi adanya infeksi bakteri. Untuk influenza berat atau risiko tinggi, dokter itu memberikan antiviral yang direkomendasikan dalam periode awal,” tegasnya.
Pencegahan Flu Musiman
Dr Dicky Budiman mengatakan pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam mengatasi flu musiman.
“Upaya yang bisa dilakukan pencegahan sebetulnya standar vaksinasi flu musiman, kebersihan tangan, isolasi saat sakit, memakai masker di fasilitas padat itu tetap jadi kunci untuk pencegahan,” katanya.
Ia juga merekomendasikan agar vaksinasi flu musiman segera dilakukan, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang sering bepergian.
Selain itu, menjaga kebersihan diri, menutup mulut saat batuk, memastikan ventilasi ruangan baik, serta tidak memaksakan diri bekerja atau sekolah saat demam adalah langkah sederhana yang efektif.
Untuk pemerintah, Dicky mendorong penguatan laboratorium genomik dan stok antiviral, serta kampanye vaksinasi yang lebih masif.
“Kampanye vaksinasi perlu ditargetkan ke kelompok prioritas. Meskipun tidak 100 persen mencegah, vaksin flu memberikan manfaat besar dalam mengurangi keparahan penyakit,” ujarnya.
Seiring cuaca yang tak menentu dan aktivitas masyarakat yang meningkat setelah pandemi, Dicky mengingatkan agar musim flu kali ini tidak diremehkan.
Kesadaran masyarakat dalam mendeteksi gejala, menjaga kebersihan, dan segera mencari pertolongan medis bisa menjadi kunci untuk menekan risiko wabah yang lebih besar.
Baca tanpa iklan