Batuk Pilek Sering Dialami Anak-anak Perkotaan, Cuaca Bukan Satu-satunya Sebab
Banyak orang tua mengira batuk pilek yang diderita anak-anak hanya efek cuaca. Padahal itu bukan satu-satunya sebab.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus batuk pilek berulang pada anak semakin sering ditemukan, terutama di kota besar.
Banyak orang tua mengira ini hanya efek cuaca, padahal polusi dan alergi juga berperan besar.
Dokter spesialis anak sekaligus CEO Tentang Anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MP, menilai polusi udara menjadi faktor risiko serius bagi kesehatan anak.
"Polusi yang luar biasa, dampaknya ke mana-mana. Nggak hanya ke batuk pilek. Tapi juga peradangan di seluruh bagian tubuh,” tegas dr. Mesty dalam webinar health talk yang diselenggarakan Halodoc dan Tentang Anak, Selasa (4/11/2025).
Baca juga: Bukan Kuatnya Virus, Batuk Pilek Berkepanjangan karena Polusi dan Kurang Tidur
Anak dengan alergi saluran napas lebih rentan terinfeksi virus karena lapisan mukosa mudah iritasi dan meradang.
Berikut gejala yang perlu dicurigai anak alami alergi:
1. Batuk pilek hampir tiap bulan
2. Tidur ngorok
3.Hidung sering tersumbat tanpa demam
4. Mata gatal atau berair
5. Riwayat keluarga alergi
Jika tidak ditangani, dapat terjadi pembesaran adenoid yang mengganggu pernapasan dan kualitas tidur.
Kualitas Tidur dan Kekebalan Tubuh
Studi menunjukkan kurang tidur menurunkan produksi hormon pertumbuhan dan sel imun.
Karena itu, tidur cukup menjadi pilar pertama pemulihan kesehatan anak.
"Anak di bawah 7 tahun harus tidur malam lebih dari 10 jam. Karena akan memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan mereka," pesannya.
Peran Vitamin D dan Nutrisi
Indonesia kaya sinar matahari, namun banyak anak kekurangan vitamin D akibat minim paparan langsung.
Vitamin D membantu mengatur imunitas, sehingga kekurangannya menyebabkan proses pemulihan lebih lama.
Kombinasi makanan bergizi seimbang, paparan sinar matahari aman, dan suplemen sesuai anjuran menjadi kunci.
Pendekatan pengasuhan mindful menekankan pemahaman bahwa anak bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Orang tua perlu:
- Mendengarkan keluhannya
- Memberi ruang istirahat
- Menenangkan, bukan menyalahkan
- Menghindari memaksa makan
Dengan dukungan hangat, anak lebih cepat pulih dan tidak merasa takut terhadap proses sakit, yang merupakan bagian alami tumbuh kembang.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.