Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Batuk Pilek Sering Dialami Anak-anak Perkotaan, Cuaca Bukan Satu-satunya Sebab

Banyak orang tua mengira batuk pilek yang diderita anak-anak hanya efek cuaca. Padahal itu bukan satu-satunya sebab.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Batuk Pilek Sering Dialami Anak-anak Perkotaan, Cuaca Bukan Satu-satunya Sebab
Kolase Tribunnews.com
Ilutrasi batuk pilek. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus batuk pilek berulang pada anak semakin sering ditemukan, terutama di kota besar. 

Banyak orang tua mengira ini hanya efek cuaca, padahal polusi dan alergi juga berperan besar.

Dokter spesialis anak sekaligus CEO Tentang Anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MP, menilai polusi udara menjadi faktor risiko serius bagi kesehatan anak.

"Polusi yang luar biasa, dampaknya ke mana-mana. Nggak hanya ke batuk pilek. Tapi juga peradangan di seluruh bagian tubuh,” tegas dr. Mesty dalam webinar health talk yang diselenggarakan Halodoc dan Tentang Anak, Selasa (4/11/2025). 

Baca juga: Bukan Kuatnya Virus, Batuk Pilek Berkepanjangan karena Polusi dan Kurang Tidur

Anak dengan alergi saluran napas lebih rentan terinfeksi virus karena lapisan mukosa mudah iritasi dan meradang.

Berikut gejala yang perlu dicurigai anak alami alergi:

1. Batuk pilek hampir tiap bulan

Rekomendasi Untuk Anda

2. Tidur ngorok

3.Hidung sering tersumbat tanpa demam

4. Mata gatal atau berair

5. Riwayat keluarga alergi

Jika tidak ditangani, dapat terjadi pembesaran adenoid yang mengganggu pernapasan dan kualitas tidur.

Kualitas Tidur dan Kekebalan Tubuh

Studi menunjukkan kurang tidur menurunkan produksi hormon pertumbuhan dan sel imun. 

Karena itu, tidur cukup menjadi pilar pertama pemulihan kesehatan anak.

"Anak di bawah 7 tahun harus tidur malam lebih dari 10 jam. Karena akan memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan mereka," pesannya. 

Peran Vitamin D dan Nutrisi

Indonesia kaya sinar matahari, namun banyak anak kekurangan vitamin D akibat minim paparan langsung.

Vitamin D membantu mengatur imunitas, sehingga kekurangannya menyebabkan proses pemulihan lebih lama.

Kombinasi makanan bergizi seimbang, paparan sinar matahari aman, dan suplemen sesuai anjuran menjadi kunci.

Pendekatan pengasuhan mindful menekankan pemahaman bahwa anak bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Orang tua perlu:

  • Mendengarkan keluhannya
  • Memberi ruang istirahat
  • Menenangkan, bukan menyalahkan
  • Menghindari memaksa makan

Dengan dukungan hangat, anak lebih cepat pulih dan tidak merasa takut terhadap proses sakit, yang merupakan bagian alami tumbuh kembang.

 

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

 

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas