Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tren AI Jadi Tempat Curhat Gen Z, Bakal Gantikan Peran Psikolog?

Kemajuan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan saat ini semakin diandalkan bahkan menjadi tempat curhat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tren AI Jadi Tempat Curhat Gen Z, Bakal Gantikan Peran Psikolog?
Sputnik
CURHAT AI - Kemajuan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan saat ini semakin diandalkan bahkan menjadi tempat curhat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan saat ini semakin diandalkan bahkan menjadi tempat curhat.
  • Jadi tren gen Z yang mengandalkan AI contohnya seperti ChatGPT untuk kebutuhan konseling atau konsultasi psikologis.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemajuan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan saat ini semakin diandalkan bahkan menjadi tempat curhat.

Hal tersebut pun menjadi fenomena banyaknya Gen Z yang mengandalkan AI contohnya seperti ChatGPT untuk kebutuhan konseling atau konsultasi psikologis.

Baca juga: OpenAI Mulai Izinkan Konten Khusus Dewasa di ChatGPT per 1 Desember

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia periode 2025–2029, Dr. Retno Kumolohadi, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyebut tren ini memang nyata dan cukup banyak terjadi. 

Namun, ia menegaskan penggunaan AI sebagai pengganti psikolog manusia tidaklah memadai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Fenomena ini memang cukup banyak terjadi. Namun demikian, jika saya sebagai praktisi juga sekaligus pengajar, mereka mengaku bahwa tidak cukup," kata Retno di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).

Ia menjelaskan meski banyak anak muda yang awalnya mencari bantuan melalui AI, pada akhirnya mereka tetap membutuhkan interaksi dengan psikolog profesional.

"AI itu enggak cukup, enggak bisa sama sekali menggantikan. Mereka mungkin pertama akan ke ChatGPT, tapi kemudian berkontak dengan kami pasti. Itu terjadi di ruang-ruang praktik kita semua ya. Jadi enggak, enggak akan bisa," tegasnya.

Retno menekankan peran psikolog tidak bisa digantikan teknologi karena membutuhkan empati, pemahaman konteks, serta kompetensi klinis yang hanya dimiliki tenaga profesional.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas