Program YHP Ajak Anak Muda Aktif Cegah Penyakit Tidak Menular
YHP membekali kaum muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola kesehatan secara proaktif.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Generasi muda Indonesia diajak berperan aktif dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.
- Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi penyebab utama kematian secara global, dengan berbagai faktor risiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan paparan polusi udara yang mulai terbentuk sejak usia remaja.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi muda Indonesia diajak berperan aktif dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan dampak kesehatan dari perubahan iklim melalui kegiatan bertajuk Young Health Programme (YHP) yang tahun ini memasuki tahun kelima penyelenggaraan.
YHP membekali kaum muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola kesehatan secara proaktif serta menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan bersama.
“Melalui YHP, kami membekali anak muda Indonesia dengan pengetahuan, ruang partisipasi, dan kepercayaan diri agar mampu berperan aktif dalam menjaga dan memperjuangkan kesehatan mereka,” ujar Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia dikutip Kamis, 25 Desember 2025.
Baca juga: 3 Fungsi Pohon Bagi Kesehatan, Lindungi Paru Hingga Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Esra mengatakan, pilar-pilar YHP selaras dengan komitmen keberlanjutan AstraZeneca dalam mendorong kesetaraan kesehatan, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta mendukung aksi iklim yang digerakkan oleh generasi muda. "Kami percaya upaya ini berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih sehat sekaligus mendukung terwujudnya visi Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Program YHP juga berupaya menumbuhkan kesadaran kesehatan melalui literasi dan partisipasi aktif
Sebagai kelompok yang mencakup sekitar seperempat populasi Indonesia, generasi muda usia 10–24 tahun memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa. Namun, meski kerap dianggap sehat, kelompok ini masih sering kurang mendapat perhatian dalam agenda kesehatan, baik dari sisi akses informasi yang relevan maupun keterlibatan dalam pengambilan keputusan.
Padahal, penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi penyebab utama kematian secara global, dengan berbagai faktor risiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan paparan polusi udara yang mulai terbentuk sejak usia remaja.
Tantangan ini semakin kompleks dengan dampak krisis iklim yang turut memengaruhi kesehatan fisik dan kesejahteraan mental generasi muda, sehingga peningkatan literasi kesehatan sejak dini menjadi semakin krusial.
Investasi pada kesehatan remaja tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesehatan yang kuat hingga usia dewasa sekaligus melindungi generasi mendatang.
Menjawab tantangan kesehatan yang dihadapi generasi muda, program YHP yang dikelola AstraZeneca menggunakan pendekatan terintegrasi yang mencakup edukasi, pemberdayaan, penguatan sistem kesehatan, serta aksi terhadap isu lingkungan.
Untuk memperluas kesetaraan akses, program ini juga mengembangkan edukasi kesehatan berbasis peer education yang relevan dengan kehidupan remaja. Program ini juga mendorong lahirnya pemimpin muda serta memperkuat organisasi kepemudaan melalui mentoring dan berbagai kesempatan pembelajaran.
Program YHP jiga memperkuat layanan kesehatan yang lebih ramah remaja melalui kolaborasi dengan sekolah dan Puskesmas di DKI Jakarta, serta mendorong dialog lintas sektor melalui seminar dan diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, khususnya dalam isu kesehatan dan keberlanjutan. Melalui kolaborasi dalam Young Health Programme (YHP) kami melihat bagaimana pendekatan
pendidik sebaya atau peer educators (PE) berbasis edukasi, partisipasi aktif dan kepemimpinan anak muda mampu mendorong perubahan perilaku yang positif di tingkat komunitas,” ucap Dini Widiastuti, Executive Director Plan Indonesia.
Baca tanpa iklan