Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Tips Bentuk Otot agar Maksimal Menurut Dokter Olahraga
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Raspati, membagikan tips agar latihan angkat beban memberikan hasil maksimal pada massa otot.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Dokter spesialis kedokteran membagikan tips agar latihan angkat beban memberikan hasil maksimal pada massa otot.
- Kunci utama bukan hanya pada seberapa berat beban yang diangkat.
- Proses pemulihan (recovery) setelah latihan bisa berdampak positif.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Raspati, membagikan tips agar latihan angkat beban memberikan hasil maksimal pada massa otot.
Baca juga: Awas Nyeri Punggung karena Keasyikan Nonton Drakor dan Dracin, Latih Otot Dengan Olahraga Aquarobic
Menurutnya, kunci utama bukan hanya pada seberapa berat beban yang diangkat, tetapi pada proses pemulihan (recovery) setelah latihan.
Setelah latihan keras, kondisi tubuh menurun sementara dimana otot menjadi lelah, energi terkuras, dan performa menurun.
"Di fase inilah tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri atau recovery," kata dia dalam kegiatan kolaborasi Hilo dengan klub basket profesional Satya Wacana Salatiga di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (10/2).
1. Tidur yang Cukup
Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan besar dalam perbaikan dan pembentukan jaringan otot.
Kurang tidur berarti menghambat proses perbaikan tersebut.
2. Nutrisi
Asupan makanan yang cukup dan seimbang akan menjadi bahan baku utama untuk membangun kembali otot.
Memenuhi protein adalah dasarnya.
Protein berfungsi untuk pembentukan dan perbaikan jaringan otot.
“Protein itu dasar. Itu yang membangun kembali otot. Selain latihan beban yang terukur dan tersturuktur,” jelasnya.
Di sisi lain, pemulihan seperti dengan massage rutin atau rendam es hanya bersifat pelengkap.
Asupan Protein
Asupan protein dan latihan resistensi (angkat beban) bekerja secara sinergis dalam proses pembentukan otot.
Latihan resistensi memberikan rangsangan pada otot, sementara protein berperan sebagai bahan dasar pembentukan dan perbaikan otot.
Data menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dapat bermanfaat meningkatkan massa dan kekuatan otot, serta memperbaiki fungsi fisik.
Kekuatan otot dan kepadatan tulang menjadi faktor yang mendukung kemampuan dan gerakan dasar olahraga (seperti melompat dan berlari cepat), serta mengurangi risiko cedera.
“Kebutuhan protein atlet dapat mencapai hingga 2 gram per kilogram berat badan per hari, di samping kebutuhan kalsium yang penting untuk menjaga kekuatan tulang," ungkap dr Andhikam
Dalam praktiknya, pemenuhan kebutuhan gizi tersebut tidak selalu dapat dipenuhi secara optimal hanya dari makanan sehari-hari.
Karena itu, susu padat nutrisi dapat menjadi solusi yang praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi seperti pada atlet basket.
Basket merupakan cabang olahraga yang menuntut kombinasi kekuatan otot, stabilitas, dan ketahanan fisik.
Untuk memenuhi tuntutan tersebut, atlet tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis dan taktis, tetapi juga fisik yang kuat melalui pendekatan latihan dan nutrisi yang tepat.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.