Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Waspada! Peredaran Obat dan Makanan Palsu Mengintai, BPOM Luncurkan Sentra Informasi Khusus

Data internasional menunjukkan bahwa satu dari sepuluh produk medis yang beredar di negara berkembang tergolong substandar atau palsu dan marak dijual

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
zoom-in Waspada! Peredaran Obat dan Makanan Palsu Mengintai, BPOM Luncurkan Sentra Informasi Khusus
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
BPOM BUKA SENTRA INFORMASI - Kepala Badan POM Taruna Ikrar di kantor BPOM RI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025). BPOM menyebut bahwa produk palsu memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi dibandingkan produk ilegal lainnya. 
Ringkasan Berita:
  • Fenomena ini bukan sekadar isu nasional, tetapi juga menjadi perhatian global
  • Produk palsu memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk ilegal lainnya
  • Perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih banyak bertransaksi melalui platform digital turut meningkatkan potensi peredaran produk palsu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peredaran obat dan makanan palsu menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di tengah meningkatnya tren belanja online yang membuat konsumen semakin rentan terhadap produk ilegal dan berbahaya. Produk palsu yang semakin sulit dikenali secara kasat mata berpotensi mengancam keselamatan jiwa karena sering kali mengandung bahan berbahaya yang tidak memenuhi standar keamanan.

Baca juga: Ini Isi 41 Obat Herbal Berbahan Kimia Obat yang Tak Punya Izin Edar BPOM

Fenomena ini bukan sekadar isu nasional, tetapi juga menjadi perhatian global. Data internasional menunjukkan bahwa satu dari sepuluh produk medis yang beredar di negara berkembang tergolong substandar atau palsu. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan risiko tinggi menjadi target pasar produk obat dan makanan ilegal, mengingat jumlah populasi yang besar serta wilayah geografis kepulauan yang luas.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa produk palsu memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk ilegal lainnya. Menurutnya, produk palsu dirancang menyerupai produk asli sehingga sangat sulit dideteksi masyarakat secara visual.

“Produk palsu lebih berisiko dibandingkan produk ilegal lainnya karena sangat sulit dideteksi secara kasat mata dan sering kali mengandung bahan berbahaya yang mengancam jiwa,” ujar Taruna Ikrar sebagaimana dikutip dari laman resmi BPOM, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih banyak bertransaksi melalui platform digital turut meningkatkan potensi peredaran produk palsu. Keterbatasan verifikasi langsung terhadap produk serta risiko keamanan transaksi online membuat konsumen berada dalam posisi yang semakin rentan menjadi korban.

Sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengawasan, BPOM meluncurkan Sentra Informasi Obat dan Makanan Palsu di Kantor BPOM pada Kamis (5/2/2026). Peluncuran layanan ini menjadi bagian dari upaya percepatan arus informasi terkait produk palsu sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat melalui sistem pengawasan yang lebih terintegrasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Program tersebut diawali dengan “Deklarasi Komitmen Bersama dan Perkuatan Program Penanganan Obat dan Makanan Palsu” dengan tema Unlock The Counterfeit Product Information. Melalui inisiatif ini, BPOM berupaya mengintegrasikan penanganan produk palsu ke dalam sistem pengawasan yang komprehensif, mulai dari fungsi pengawasan, penindakan, hingga laboratorium serta kolaborasi lintas sektor.

Sejak 2025, BPOM juga telah mengembangkan kanal komunikasi risiko melalui website resmi dengan menyediakan menu khusus informasi obat palsu serta pemanfaatan kanal media sosial sebagai sarana edukasi publik. Kanal tersebut berfungsi sebagai pusat penyebaran informasi terkait temuan produk palsu hasil pengawasan BPOM.

Baca juga: Ramai Dugaan Penyalahgunaan Whip Pink sebagai Gas Tertawa, Mendag Lakukan Koordinasi dengan BPOM

Taruna menegaskan bahwa kecepatan dan keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman produk palsu. Ia menilai transformasi digital dalam sistem pengawasan perlu terus dikembangkan untuk menjawab tantangan perkembangan perdagangan elektronik.

“Mengingat pentingnya informasi obat dan makanan palsu yang cepat dalam melindungi masyarakat, BPOM terus mengembangkan strategi. Pengawasan obat dan makanan palsu yang terintegrasi antara fungsi pengawasan, penindakan, dan laboratorium hingga melibatkan lintas sektor terkait harus segera dilakukan,” jelasnya.

Melalui Sentra Informasi tersebut, masyarakat yang meragukan keaslian obat atau makanan dapat mengajukan permintaan informasi secara langsung melalui menu SENTRA atau pop-up menu pada laman cegahtangkal.pom.go.id. Pelapor diminta mengisi formulir secara lengkap, termasuk identitas, lokasi atau tautan pembelian online, serta melampirkan foto produk maupun bukti transaksi.

BPOM selanjutnya akan melakukan verifikasi dan tindak lanjut terhadap laporan yang masuk sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan nasional terhadap produk ilegal dan palsu.

Menurut BPOM, pesatnya pertumbuhan belanja online membawa tantangan baru dalam pengendalian peredaran obat dan makanan palsu. Oleh karena itu, transparansi informasi serta akses cepat terhadap data produk ilegal dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Baca juga: BPOM: UMKM Kosmetik Bisa Jadi Motor Ekonomi Jika Penuhi Standar Produksi

“Tren belanja online memiliki risiko keamanan yang tinggi. Konsumen sangat rentan menjadi korban produk palsu. Karena itu, publik butuh transparansi informasi obat dan makanan palsu yang dapat diakses secara cepat,” pungkas Taruna.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas