Minum Multivitamin Tiap Hari Saat Puasa Aman Nggak? Dokter Beri Penjelasan
Puasa bukan alasan minum multivitamin tiap hari. Dokter ingatkan risiko batu ginjal, kunci sehat Ramadan tetap nutrisi seimbang.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Banyak orang andalkan multivitamin agar kuat jalani puasa
- Dokter ingatkan risiko konsumsi berlebihan bisa timbul batu ginjal
- Kunci sehat Ramadan: cukup nutrisi, sahur berbuka bergizi seimbang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Selama Ramadan, banyak orang mengandalkan multivitamin untuk menjaga stamina.
Dengan waktu makan yang terbatas saat sahur dan berbuka, suplemen sering dianggap sebagai solusi praktis agar tubuh tetap bertenaga.
Namun, konsumsi multivitamin saat puasa ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.
Dokter Spesialis Urologi subspesialis Uro-Andrologi dari Eka Hospital MT Haryono, Widi Atmoko, menjelaskan bahwa prinsip utama konsumsi vitamin selama Ramadan adalah kecukupan, bukan berlebihan.
“Ya, sebenarnya yang paling baik secukupnya ya. Memang kan kita kondisi puasa ini kan kurang, kurang tanda kutip nutrisinya mungkin enggak sebanyak biasanya ya,” ujar dr. Widi saat ditemui awak media usai Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, selama puasa tubuh hanya memiliki dua kesempatan makan utama, yaitu saat sahur dan berbuka. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa perlu menambahkan multivitamin untuk menutup kemungkinan kekurangan nutrisi.
Meski demikian, dr. Widi menekankan bahwa multivitamin tidak selalu harus dikonsumsi setiap hari. Ia mengingatkan adanya risiko jika vitamin dikonsumsi berlebihan tanpa pertimbangan medis.
“Jadi memang maksud saya bukan berarti tiap hari mesti dikonsumsi karena itu ada faktor risiko dia berlebihan. Begitu vitamin D misalnya atau C itu berlebihan di badan, dia akan berisiko tumbuh batu (ginjal),” imbuhnya.
Penjelasan ini menyoroti pentingnya keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama Ramadan. Suplemen dapat membantu, tetapi tidak menggantikan peran makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka.
Baca juga: Agar Puasa Bisa Menenangkan Jiwa, Ikuti 7 Tips dari Psikiater
Dr. Widi juga menyebut bahwa penentuan kadar vitamin yang tepat sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis yang kompeten di bidang gizi. Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, tergantung kondisi tubuh dan aktivitas harian.
Fenomena mengandalkan multivitamin saat puasa mencerminkan upaya masyarakat menjaga produktivitas di tengah perubahan ritme hidup Ramadan. Namun, pendekatan yang mindful terhadap konsumsi suplemen menjadi kunci agar manfaat kesehatan tetap optimal tanpa menimbulkan risiko baru.
Dengan memahami batas aman konsumsi vitamin, masyarakat dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman. Fokus pada kecukupan nutrisi, hidrasi yang baik, serta pola makan seimbang tetap menjadi fondasi utama menjaga kesehatan selama bulan suci.
Baca tanpa iklan