Istirahat Total Saat Anak Demam Bukan Pilihan Tepat, Ini Penjelasan Dokter
Dokter Raisa menegaskan bahwa memaksakan anak untuk bed rest total justru bisa berdampak pada kondisi psikologisnya.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua langsung meminta anak untuk beristirahat total saat demam.
Bahkan, tidak sedikit yang melarang anak bergerak sama sekali agar cepat sembuh.
Namun, dokter spesialis anak, Raisa Amini, mengungkap bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Baca juga: Anak Demam Tinggi, Bolehkah Pakai Obat Dubur? Ini Penjelasan Dokter
“Kalau anak-anak biasanya kalau misalnya dia datang dengan keluhan demam kita akan memang kita akan mengedukasi orang tua untuk mengurangi aktivitas,” jelasnya pada program Momspiration di kanal YouTube Tribun Health, Jumat (27/3/2026).
Aktivitas Berat Memang Perlu Dihindari
Saat demam, tubuh anak mengalami peningkatan metabolisme.
Aktivitas berat justru bisa memperparah kondisi karena meningkatkan suhu tubuh lebih lanjut.
Karena itu, pembatasan aktivitas menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.
Tidak Harus Bed Rest Total
Meski demikian, anak tidak harus dipaksa untuk terus berbaring di tempat tidur sepanjang hari.
Dokter Raisa menegaskan bahwa memaksakan anak untuk bed rest total justru bisa berdampak pada kondisi psikologisnya.
“Kita juga gak memaksakan anak tersebut untuk bed rest total, karena pada beberapa anak bed rest total itu memang membuat mereka malah tidak nyaman kadang malah bisa mengganggu psikologisnya,” jelasnya.
Aktivitas Ringan Justru Membantu
Jika kondisi anak masih memungkinkan, aktivitas ringan tetap diperbolehkan.
Misalnya:
- Duduk santai
- Bermain ringan
- Berinteraksi dengan orang tua
Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan dan suasana hati anak selama masa sakit.
Pendekatan terbaik dalam menangani anak demam adalah menjaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas ringan.
Dengan cara ini, anak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga tetap merasa nyaman secara emosional.
Pemahaman ini penting agar orang tua tidak lagi terpaku pada anggapan lama, melainkan mampu memberikan perawatan yang lebih tepat dan manusiawi bagi anak.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan