Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Muncul Ruam yang Mirip, Ini Beda Campak Biasa dan Campak Jerman atau Rubella 

Banyak yang masih sering tertukar antara campak biasa dan rubella atau dikenal campak jerman karena ruam yang sama muncul.

Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Banyak yang masih sering tertukar antara campak biasa dan rubella atau dikenal campak jerman.
  • Ruam yang sama muncul kerap membuat banyak yang tak bisa membedakan campak biasa dan rubella.
  • Apa yang membedakan keduanya?

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Banyak orang masih sering tertukar antara campak biasa dan rubella atau dikenal campak jerman.

Keduanya sering dianggap sama, karena gejalanya sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit. 

Baca juga: Dulu Dianggap Remeh, Mengapa Kini Campak Menulari Orang Dewasa hingga Berujung Kematian?

Padahal, dua penyakit ini berbeda, baik dari penyebab, gejala khas, hingga risikonya. 

Hal ini juga dijelaskan Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi, Dr. dr. Adityo Susilo dalam kegiatan PAPDI Forum di Jakarta, Selasa (31/3).

Dari segi penamaan, campak dikenal juga sebagai morbili atau measles.

Sementara rubella disebut campak jerman.

"Nama lain campak itu Rubeola sementara Rubella itu campak jerman," tutur dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Kesalahan penyebutan ini membuat banyak orang mengira keduanya sama, padahal tidak.

Kemudian, campak dan rubella juga disebabkan oleh virus yang berbeda.


Rubella disebabkan oleh Rubella virus (genus Rubivirus),  sementara campak biasa disebabkan oleh virus campak dari genus Morbillivirus. Keduanya adalah penyakit menular melalui droplet, namun disebabkan oleh virus yang berbeda

Gejala Khas Campak dan Rubella

Bagas Purwanto balita asal Kabupaten Nunukan ini terjangkit virus Rubella.
Bagas Purwanto balita asal Kabupaten Nunukan ini terjangkit virus Rubella. (Tribun Kaltim/HO)

Pada campak ditemui gejala khas berupaa Bintik Koplik (Koplik spots) adalah gejala khas campak berupa bintik kecil putih keabuan dengan dasar merah.

Kemudian muncul di pipi bagian dalam (mukosa bukal) 1-2 hari sebelum ruam merah timbul.

Bintik ini muncul saat pasien mengalami, batuk dan pilek berat, serta mata merah. 

Sementara pada Rubella tidak ada gejala bintik koplik.

Gejala pada Rubella cenderung lebih ringan seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, dan munculnya ruam halus yang dimulai di wajah.

"Tanda khas campak adalah Koplik spots. Ini hampir tidak ditemukan pada rubella," tutur dr Adit.

Komplikasi Campak dan Rubella

 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan
 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan (HO/IST/ho/IST)

Campak sering disertai demam tinggi, kondisi tubuh lebih lemah, risiko komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, diare, dan ensefalitis

Rubella sangat berbahaya untuk ibu hamil dan harus jadi perhatian besar karena bersifat teratogenik (dapat menyebabkan kelainan pada janin) atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada bayi.

Cara Penularan
Kedua penyakit ini menular dengan cara yang mirip yaitu droplet: percikan batuk, bersin, atau bicara.

Lalu, airborne: virus bisa bertahan di udara hingga sekitar 2 jam.

Pencegahan

Karena keduanya disebabkan virus, maka disarankan menjaga daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan infeksi.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan vaksinasi.

Selain vaksinasi, PAPDI juga mengingatkan pentingnya langkah dasar pencegahan, seperti menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk, mengonsumsi makanan bergizi, serta tidak menunda pemeriksaan medis saat mengalami gejala.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas