Muncul Ruam yang Mirip, Ini Beda Campak Biasa dan Campak Jerman atau Rubella
Banyak yang masih sering tertukar antara campak biasa dan rubella atau dikenal campak jerman karena ruam yang sama muncul.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Banyak orang masih sering tertukar antara campak biasa dan rubella atau dikenal campak jerman.
Keduanya sering dianggap sama, karena gejalanya sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit.
Baca juga: Dulu Dianggap Remeh, Mengapa Kini Campak Menulari Orang Dewasa hingga Berujung Kematian?
Padahal, dua penyakit ini berbeda, baik dari penyebab, gejala khas, hingga risikonya.
Hal ini juga dijelaskan Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi, Dr. dr. Adityo Susilo dalam kegiatan PAPDI Forum di Jakarta, Selasa (31/3).
Dari segi penamaan, campak dikenal juga sebagai morbili atau measles.
Sementara rubella disebut campak jerman.
"Nama lain campak itu Rubeola sementara Rubella itu campak jerman," tutur dia.
Kesalahan penyebutan ini membuat banyak orang mengira keduanya sama, padahal tidak.
Kemudian, campak dan rubella juga disebabkan oleh virus yang berbeda.
Rubella disebabkan oleh Rubella virus (genus Rubivirus), sementara campak biasa disebabkan oleh virus campak dari genus Morbillivirus. Keduanya adalah penyakit menular melalui droplet, namun disebabkan oleh virus yang berbeda
Gejala Khas Campak dan Rubella
Pada campak ditemui gejala khas berupaa Bintik Koplik (Koplik spots) adalah gejala khas campak berupa bintik kecil putih keabuan dengan dasar merah.
Kemudian muncul di pipi bagian dalam (mukosa bukal) 1-2 hari sebelum ruam merah timbul.
Bintik ini muncul saat pasien mengalami, batuk dan pilek berat, serta mata merah.
Sementara pada Rubella tidak ada gejala bintik koplik.
Gejala pada Rubella cenderung lebih ringan seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, dan munculnya ruam halus yang dimulai di wajah.
"Tanda khas campak adalah Koplik spots. Ini hampir tidak ditemukan pada rubella," tutur dr Adit.
Komplikasi Campak dan Rubella
Campak sering disertai demam tinggi, kondisi tubuh lebih lemah, risiko komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, diare, dan ensefalitis
Rubella sangat berbahaya untuk ibu hamil dan harus jadi perhatian besar karena bersifat teratogenik (dapat menyebabkan kelainan pada janin) atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada bayi.
Cara Penularan
Kedua penyakit ini menular dengan cara yang mirip yaitu droplet: percikan batuk, bersin, atau bicara.
Lalu, airborne: virus bisa bertahan di udara hingga sekitar 2 jam.
Pencegahan
Karena keduanya disebabkan virus, maka disarankan menjaga daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan infeksi.
Salah satu cara mencegahnya adalah dengan vaksinasi.
Selain vaksinasi, PAPDI juga mengingatkan pentingnya langkah dasar pencegahan, seperti menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk, mengonsumsi makanan bergizi, serta tidak menunda pemeriksaan medis saat mengalami gejala.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.