Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ibu Hamil Tak Boleh Divaksinasi, Ini Cara Mencegah Risiko Terinfeksi Campak

Campak pada ibu hamil bisa menimbulkan risiko serius. Namun, aksinasi campak sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan direncanakan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ibu Hamil Tak Boleh Divaksinasi, Ini Cara Mencegah Risiko Terinfeksi Campak
canalc.com.ar
CAMPAK PADA KEHAMILAN - Campak pada ibu hamil bisa menimbulkan risiko serius. Namun, aksinasi campak sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan direncanakan. 
Ringkasan Berita:
  • Vaksinasi campak sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan direncanakan.
  • Jenisnya merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan tidak boleh diberikan saat hamil.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Campak pada ibu hamil bisa menimbulkan risiko serius. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi penting.

Dokter spesialis alergi dan imunologi, Prof. Iris Rengganis, menyebutkan, vaksinasi campak sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan direncanakan.

Baca juga: Belum Masuk Program Imunisasi Nasional, Kemana & Berapa Harga Vaksin Campak untuk Dewasa?

Hal ini karena vaksin campak, seperti MR (Measles-Rubella) dan MMR (Measles-Mumps-Rubella), merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan tidak boleh diberikan saat hamil.

“Wanita usia subur, status imunisasi idealnya perlu dilengkapi sebelum merencanakan kehamilan. Ini sangat amat penting,” jelasnya kata dia dalam webinar Universitas Indonesia (UI), baru-baru ini.

“Jika seseorang tidak yakin dengan status imunisasinya atau belum lengkap saat kecil, sebaiknya vaksinasi dilakukan sebelum hamil,” sambung dia.

Efek Campak Pada Ibu Hamil 

Rekomendasi Untuk Anda

Prof Iris menjelaskan campak pada ibu hamil dapat berdampak bagi ibu maupun janin berupa pneumonia dan infeksi berat lainnya.

Imunisasi campak pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah.

VAKSIN CAMPAK (MR) - Seorang dokter yang ditemui di sebuah klinik di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026) sedang bersiap memberikan imunisasi campak pada seorang bayi berusia 18 bulan.
VAKSIN CAMPAK (MR) - Seorang dokter yang ditemui di sebuah klinik di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026) sedang bersiap memberikan imunisasi campak pada seorang bayi berusia 18 bulan. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Untuk orang dewasa, vaksin biasanya diberikan dalam dua dosis dengan jarak minimal 28 hari. 

Bahkan bagi yang sudah pernah mendapat vaksin saat kecil, suntikan ulang (booster) tetap dianjurkan untuk meningkatkan kembali kekebalan tubuh.

Selain melengkapi vaksinasi sebelum merencanakan kehamilan, pencegahan yang bisa dilakukan.

Diantaranya adalah menghindari kontak dengan penderita campak.

Kemudian menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, menghindari kerumunan, memakai masker saat di luar ruangan serta rajin mencuci tangan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas